Perlu Diketahui! Ini 6 Perbedaan antara Bakteri dan Virus

Pandemi COVID-19

SULSELSEHAT – Infeksi yang terjadi pada manusia bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Meski sama-sama mengakibatkan infeksi yang berbahaya bagi tubuh, kamu perlu tahu bahwa ada perbedaan virus dan bakteri.

 

Apa saja perbedaan virus dan bakteri yang perlu diketahui? Berikut penjelasannya, dimulai dari pemahaman tentang virus dan bakteri, sampai cara pengobatan atau cara mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

JANGAN LEWATKAN :

Secara Dasarnya Berbeda

Perbedaan yang pertama dari keduanya adalah soal ukuran. Dari ukurannya, virus merupakan mikroorganisme yang jauh lebih kecil dibandingkan bakteri. Ibaratkan saja seperti misalkan bola voli dan mobil.

Tidak hanya berbeda di ukuran, bentuk keduanya pun memiliki perbedaan. Bakteri sendiri berbentuk batang sel tunggal yang memiiki DNA. Struktur pembentuknya pun sangat sederhana karena tidak memiliki inti dan kerangka sel.

Sedangkan, virus tidak memiliki membran sel dan biasanya mengandung asam nukleat yang genetiknya bisa RNA, bisa juga DNA. Karena tidak memiliki membran sel, virus membutuhkan sel untuk bertahan hidup dan mereplikasi dirinya sendiri.

Sehingga, ia akan menyerang sel hidup yang sehat untuk dijadikan rumah atau inang. Rumah inilah yang digunakan untuk bisa melanjutkan hidup dengan memperbanyak diri.

Berbeda Juga dalam Memperbanyak Diri

Setelah sempat disinggung sedikit, soal virus yang membutuhkan rumah atau inang. Nah, hal ini menjadi pembeda lainnya antara virus dan bakteri.

BACA:  Bertambah 1 Kasus Baru, Positif Covid-19 di Palopo Kini Sudah 32 Kasus

Dengan hanya mampu bereproduksi dengan cara menginvasi sel hidup yang sehat, maka dari itu, jika tidak ada sel hidup yang sehat untuk ditinggali, virus tidak akan bisa berkembang biak.

Berbeda halnya dengan bakteri. Bakteri memperbanyak diri mereka dengan cara membelah diri tanpa memerlukan media tambahan lainnya seperti halnya virus dalam berkembang biak.

Walaupun tidak memerlukan media lain untuk bereproduksi, bakteri bisa membelah diri di berbagai macam lingkungan. Salah satunya adalah lingkungan yang kotor.

Penyakit yang Ditimbulkan pun Berbeda

Setelah membahas soal perbedaan dasar dan cara berkembang biaknya, perbedaan selanjutnya adalah menyangkut penyakit yang ditimbulkan dari kedua organisme tersebut.

Sebagian besar virus merupakan organisme yang paling merugikan. Pasalnya, dengan cara berkembang biaknya yang menyerang dan merusak sel hidup sehat, organisme ini menjadi biang kerok dari penyakit mematikan di dunia.

Beberapa penyakit mematikan yang terjadi akibat penyebaran virus di antaranya adalah HIV, Ebola, rabies, dan yang terbaru Covid-19. Beberapa di antaranya hingga saat ini belum ada obatnya termasuk Covid-19.

Berbeda halnya dengan virus, bakteri sendiri sebenarnya terbagi ke dalam dua kelas yaitu bakteri pembawa penyakit dan bakteri yang membawa manfaat.

Kemampuan bermutasi bakteri pun tidak selihat virus. Sehingga, walaupun beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri ada yang berakibat fatal, namun dengan penanganan medis yang tepat, penyakit yang disebabkan bakteri bisa disembuhkan.

Tuberkolosis, meningitis, sepsis, dan leptospirosis adalah beberapa penyakit akibat penyebaran bakteri. Sebenarnya, ada beberapa penyakit lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

BACA:  FT Unhas Gandeng FKG Hadirkan E-Magic, Penghisap Aerosol Covid-19 dari Mulut

Penanganannya Berbeda

Nah, dengan perbedaan dari penyakit yang ditimbulkan oleh keduanya, maka penanganan medis untuk kedua penyakit yang terjadi akibat kedua organisme tersebut pun otomatis berbeda.

Untuk menangani penyakit akibat bakteri, cara efektif yang bisa mengobati penyakit-penyakit tersebut adalah dengan menggunakan antibiotik. Antibiotik sendiri berfungsi untuk menekan pertumbuhan bakteri.

Sehingga, setelah meminum antibiotik, bakteri yang ada diharapkan akan mati. Yang perlu diperhatikan adalah telitilah dengan infeksi bakteri yang menyerangmu karena ada beberapa jenis antibiotik yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Selain itu, ada efek samping jika terlalu sering meminum antibiotik. Efek samping yang ditimbulkan dari kejadian ini adalah bakteri yang kebal dengan antiobiotik tersebut.

Berbeda halnya untuk penanganan virus, yang sebetulnya tidak ada obatnya. Bahkan, di banyak kejadian, obat yang diberikan kepada pasiennya hanya sebagai penghilang gejala namun bukan sebagai pembunuh virus.

Hal ini disebabkan oleh virus yang memang lebih lihai dalam bermutasi. Sehingga, seringkali sulit untuk ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit yang ditimbulkan.

Dengan beberapa perbedaan di atas, sudah barang tentu jika antibiotik tidak akan efektif untuk mengobati penyakit yang ditimbulkan oleh virus.

Soal Status Makhluk Hidup yang Melekat

Perbedaan selanjutnya adalah menyoal status yang melekat pada keduanya. Walaupun keduanya sama-sama sebuah organisme, namun keduanya memiliki perbedaan soal status makhluk hidup pada keduanya.

Untuk bakteri, statusnya sendiri jelas bagian dari makhluk hidup. Hal ini cukup beralasan mengingat bakteri bisa melakukan banyak hal di luar sel hidup yang sehat.

BACA:  Sepekan Suket Bebas Covid-19 Diberlakukan, Pasien Positif di Makassar Masih Terus Bertambah

Bahkan, mereka pun tidak perlu ‘rumah’ baru untuk bisa berkembang biak. Sehingga, dengan beberapa alasan inilah yang bisa memastikan bahwa bakteri termasuk kategori makhluk hidup.

Berbanding terbalik dengan virus yang bahkan sulit untuk dijawab. Pasalnya, organisme ini sendiri hidup seperti zombi. Tidak hanya itu, organisme ini memiliki asam nukleat baik DNA atau RNA yang ada di makhluk hidup.

Namun, virus tidak bisa bereproduksi tanpa adanya sel hidup sehat yang dijadikan inang oleh organisme ini. Alasan inilah yang menyebabkannya tidak bisa dimasukkan sebagai makhluk hidup.

Manfaat dari Keduanya

Perbedaan yang terakhir adalah menyangkut manfaat dari kedua organisme ini. Sudah banyak yang mengetahui jika banyak sekali bakteri yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Beberapa contoh nyata yang biasa ditemukan sehari-hari adalah dalam membantu manusia dalam mengolah makanan seperti keju, acar, cuka, kecap, dan masih banyak lainnya.

Bahkan, tidak hanya di sektor pangan saja bakteri berperan cukup besar. Di sektor pengolahan limbah hingga medis dan sains, bakteri memiliki peranan yang bermanfaat di ketiga sektor tersebut.

Berbanding terbalik dengan bakteri, manfaat yang datang dari virus justru guna menciptakan antivirus. Antivirus yang diciptakan ini nantinya yang digunakan untuk melawan virus itu sendiri.

Sehingga, bisa dibilang, temuan vaksin atau antivirus justru bermanfaat hanya untuk mencegah penyakit yang ditimbulkan dari penyebaran organisme tersebut.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT