Banjir Susulan di Lutra Rendam RSUD Masamba, Pasien Mulai Dievakuasi

Banjir Masamba 4 Agustus 2020
Banjir susulan yang melanda wilayah Kota Masamba, Selasa (04/082020).

Luwu Utara, SULSELSEHAT — Kabupaten Luwu Utara, tepatnya di Kota Masamba kembali dilanda banjir susulan akibat intensitas hujan lebat sepanjang hari. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada Selasa, 04 Agustus 2020 petang tadi.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

JANGAN LEWATKAN :

Dirinya mengaku, banjir susulan ini disebabkan air di Sungai Masamba, debitnya naik, lantaran terjadi pendangkalan di badan sungai, ditambah hujan yang terus menerus terjadi sepanjang hari.

BACA:  Ratusan Pengungsi Banjir Bandang Lutra Mulai Terserang Penyakit

“Sementara teman-teman dari Balai Besar Wilayah Sungai juga terus berupaya untuk mengurai, tapi karena cuaca belum stabil, maka mereka juga terkendali,” katanya kepada Sulselsehat.com, Selasa (04/08/2020).

Kondisi air ini juga sudah sudah naik ke badan jalan trans Sulawesi, yang sebelumnya sempat dipenuhi lumpur. Termasuk air bah, juga sudah masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma Masamba. Seluruh pasien pun saat ini telah dievakuasi naik ke lantai dua.

“Saat ini proses evakuasi masih berlangsung,” terangnya.

Indah menjelaskan, jika air naik itu hanya di Kota Masamba saja, sementara di Desa Radda, dari laporan tim di lapangan belum naik, karena di sana lokasi sungainya sudah rendah dari jalan.

BACA:  Terkait Penanganan Covid-19, Datu Luwu Apresiasi Kinerja Pemda se-Tana Luwu

“Kalau Masamba sedimennya ngumpul kan, sedimennya belum terurai semua. Jadi karena memang sedimen terjadi pendangkalan. Teman-teman masih kerja terus dari balai dengan pihak yang dipercayakan itu masih bekerja,” lanjut Indah.

Sementara, terkait kondisi pengungsi, ia menyebutkan jika mereka masih aman di lokasi pengungsian, bahkan ada beberapa yang sudah pulang saat siang hari untuk membersikan sisa banjir di rumahnya mereka masing-masing.

“Tapi, kalau hujan kita sudah ingatkan sebaiknya jangan dulu balik, karena masalahnya kan cuaca belum normal,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, banjir bandang di Luwu Utara yang terjadi pada 13 Juli 2020 lalu mencatat korban jiwa meninggal dunia sebanyak 38 orang, 10 orang dinyatakan hilang sehingga pencarian masih dilanjutkan hingga hari ini.

BACA:  BPBD Catat 16 Warga Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang di Luwu Utara

Selain itu 106 orang menjalani perawatan dan 3.627 kepala keluarga (KK) atau sekitar 14.483 jiwa yang berada di tenda pengungsian.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT