Hemat Anggaran Covid-19, RSKD Dadi Makassar Modifikasi Box Bayi

Ilustrasi kelahiran bayi.
Ilustrasi kelahiran bayi. (Foto: Merdeka.com)

Makassar, SULSELSEHAT — Dalam menangani pasien ibu hamil yang berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) atau kontak erat maupun terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19, RSKD Dadi Makassar terpaksa berinovasi dengan membuat box bayi.

 

Direktur RSKD Dadi Makassar dr. Arman Bausat mengatakan, pihaknya melakukan modifikasi dengan membuat sendiri box bayi untuk menghemat penggunaan anggaran Covid-19. Pasalnya, harga per boks bayi sangat mahal yakni Rp40 juta per unitnya.

JANGAN LEWATKAN :

“Jika pandemi Covid-19 berakhir mau disimpan dimana. Habis Covid-19 kan tidak ada yang pakai, jadi mubazzir uang negara. Makanya, lebih baik kita modifikasi saja,” katanya kepada Sulselsehat.com, Kamis (23/07/2020).

BACA:  Pemeriksaan PCR Covid-19 di Laboratorium RS Unhas Dihentikan Sementara

Arman mengatakan, boks bayi yang dimodifikasi terbuat dari tripleks yang dipadukan dengan kantong plastik bayi, daya tampungnya pun cukup besar yakni satu box bayi dapat menampung 15 bayi.

“Ada 20 box bayi yang kita punya sekarang, 10 box bayi dari hasil modifikasi. Box bayi ini akan tetap kita manfaatkan jika pandemi berakhir,” ujarnya.

Arman mengatakan, pihak RSKD Dadi cukup kelabakan dalam menangani pasien ibu hamil yang berstatus PDP maupun terkonfirmasi.

Pasalnya, sejak 1 Juli, RSKD Dadi Makassar dijadikan rumah sakit rujukan untuk ibu hamil yang ingin melahirkan tetapi dalam status positif Covid-19.

Sementara dalam penanganannya setiap hari pihak rumah sakit menangani tiga pasien ibu hamil dengan tindakan operasi.

BACA:  Resmi Diluncurkan, Mobil PCR Combat akan Percepat Pemeriksaan Sampel Covid-19

“Pak Gubernur menunjuk RSKD Dadi sebagai rujukan ibu hamil. Ada 60 tempat tidur yang kami sediakan dan sekarang penuh,” kata dr. Arman.

Permasalahan lain yang dirasakan yakni meningkatnya kasus kematian anak saat dilahirkan di RSKD Dadi. Belum lagi hasil swab bayi yang lama keluar.

“Yang problem kematian bayi, ibu hamil itu semua emergenci. Datang jam 2 malam, operasi jam 3 subuh ternyata bayinya lahir meninggal. Hingga saat ini dari kelahiran 83 ibu hamil, 4 diantaranya bayinya meninggal,” katanya lagi.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT