Kelompok Ini Rentan Alami Osteoporosis, Bagaimana Mencegahnya?

Ilustrasi penderita oestoporosis.
Ilustrasi penderita oestoporosis.

Makassar, SULSELSEHAT. COM — Oestoporosis atau tulang keropos rupanya rentan dialami oleh beberapa kelompok tertentu. Misalnya pada kelompok usia tua, wanita, dan ukuran tubuh yang kecil.

 

Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Kota Makassar dr Nuralam Sarif, Sp.KFR mengatakan, pada usia tua atau di usia 40 tahun, mereka perlu waspada terkena oestoporosis. Apalagi jika tidak menjaga nutrisi dan kalsium dalam tubuh dengan baik.

JANGAN LEWATKAN :

Kemudian pada ukuran tubuh yang kecil baik pria dan wanita cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi. Hal ini karena kemungkinan mereka memiliki massa tulang lebih untuk menarik dari pertambahan usianya

BACA:  Dijuluki Silent Pandemic, Ini Faktor Penyebab Osteoporosis

Kemudian untuk kelompok ras, resiko terbesar dari osteoporosis adalah mereka yang berasal dari ras kulit putih atau keturunan Asia

“Kelompok lainnya yang sangat rentan memiliki risiko oestoporosis yakni gangguan hormonal, intake makanan yang tidak kuat terutama calcium yang kurang, dan gaya hidup sedenter,” jelasnya, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, dalam mencegah resiko oestoporosis dapat dilakukan dengan mencukupi asupan kalsium hingga vitamin D melalui pajanan sinar matahari pagi maupun sore.

Selain itu juga dapat dilakukan dengan memperbanyak aktivitas fisik, hindari merokok dam minum alkohol.

“Waspadai juga garis keturunan osteoporosis, serta melakukan cek dini pada dokter saat menopause,” terangnya.

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD Kota Makassar ini menambahkan, perawatan atau penanganan bagi penderita oestoporosis dapat dilakukan dengan pemberian terapi latihan penguatan aktif.

BACA:  Dijuluki Silent Pandemic, Ini Faktor Penyebab Osteoporosis

Pertama, melakukan latihan aerobik high impact dengan melakukan gerakan melompat, atau berlari. Penanganan dengan metode ini dilakukan pada pasien stadium awal osteoporosis, karena kehilangan kepadatan tulangnya masih pada tahap permulaan.

Kedua, latihan aerobik low impact yang dilakukan dengan berjalan kaki sebanyak tiga hingga empat kali seminggu, selama 45 menit.

“Berjalan kaki yang rutin dan teratur dapat memperbaiki fungsi tubuh penderita osteoporosis. Apalagi ini menjadi latihan fisik yang paling mudah dilakukan,” ujarnya.

Kemudian, untuk penanganan lainnya yakni dengan latihan perbaikan postur. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki postur tubuh bungkuk, yang dapat menyebabkan rasa nyeri.

Penanganan oestoporosis juga dapat dilakukan untuk penguatan otot dada, perut, dan punggung.

BACA:  Dijuluki Silent Pandemic, Ini Faktor Penyebab Osteoporosis

“Perawatan oestoporosis juga dapat dilakukan dengan pemberian obat-obat preparat calcium untuk pengobatan osteoporosis sehingga dapat mencegah terjadinya patah tulang,” tambah Dosen di Departemen Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi FK Unhas ini.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT