Covid-19 Pasca Bencana di Luwu Raya

Banjir bandang di Luwu Utara
Banjir bandang di Luwu Utara sebabkan kerusakan rumah warga dan fasilitas Umum, termasuk fasilitas kesehatan. (Foto: Istimewa)

Oleh: Ridwan Amiruddin
(Guru Besar Epidemiologi FKM Unhas)

Setelah bencana alam banjir bandang Masamba Kab. Luwu Utara 13 Juli lalu, potensi peningkatan kasus Covid-19 di wilayah Luwu raya berpotensi mengalami peningkatan yang signifikan.

JANGAN LEWATKAN :

Mencermati data trend Covid-19 wilayah Luwu raya yang terdiri dari Luwu, Luwu timur dan Luwu Utara, dan Palopo angka pertumbuhan kasusnya sekitar 0.5-1.2. Potensi bergeraknya kasus Covid-19 meningkat terbuka lebar.

Beberapa trigger peningkatan kasus tersebut adalah;

1. Kondisi awal covid-19 di Wilayah Luwu Utara sudah terbentuk sebelumnya per tanggal 18 Juli tecatat 41 kasus. angka tersebut cukup tinggi. Sementara pekan sebelumnya masih rendah dengan pertumbuhan yang terkendali Rt dibawah nol. (0.5-0.9)

BACA:  Menkes Lantik 28 Pejabat Eselon 2, Termasuk Kepala BBLK Makassar

2. Begitu juga dengan Wilayah Luwu, Luwu Timur dan Kota Palopo. Wilayah tersebut memiliki pergerakan kasus yang berluktuasi relatif terkendali juga dengan pertumbuhan kasus pekan ini sekira 0.5-1.26.

3. Melihat pergerakan populasi ke wilayah bencana dengan berbagai kepentingan yang bersifat urgen. Dengan dalih sebagai relawan dll, begitu banyak volunter dari wilayah epicentrum Makassar dan kota lain yang akan melewati beberapa kabupaten kota menuju pusat bencana dan tentu akan berinteraksi dengan banyak orang yang terkadang dengan protokol kesehatan yang terbatas.

4. Bencana Banjir Bandang ini memaksa ribuan warga mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Laporan tim relawan menunjukkan tenda tenda pengungsian sementara sangat terbatas. Padat dan sarana air bersih untuk Mandi cuci dan kakus (MCK) yang sangat minim. Sehingga potensi trasmisi penyakit menular termasuk Covid-19 sangat besar peluangnya.

BACA:  Klaim Turunkan Jumlah Kasus Covid-19, Pj Walikota Makassar: Ini Berkat Perwali 36/2020

5. Evakuasi korban banjir yang dilakukan oleh petugas maupun warga menunjukkan penanganan yang bersifat darurat dengan alat pelindung diri (APD) sangat minim. Dengan jumlah korban yang semakin banyak disertai penanganan/evakuasi korban seadanya maka potensi besar terjadinya transmisi penyakit termasuk Covid-19 sangat besar.

6. Kondisi bencana banjir bandang tersebut mengalihkan perhatian petugas, atau bahkan beberapa petugas sendiri yang telah menjadi korban, sehingga beberapa pekan ke depan potensi peningkatan kasus terlapor akan mengalami trend peningkatan.

Analisis kerentanan kebencanaan menunjukkan potensi ledakan beberapa masalah sosial dan kesehatan masyarakat perlu di waspadai.

Untuk itu diharapkan Pemerintah Daerah setempat segera bangkit dan menata kembali kotanya dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan provinsi serta pemda tetangga.

BACA:  Bertambah Lagi, Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang Lutra Tercatat 38 Orang

Seluruh relawan yang sudah berjibaku mengevakuasi korban baik yang meninggal maupun yang mengungsi sedapat mungkin tetap disiplin menjaga kondisi fisik dan protokol kesehatan.

Sangat tidak diharapkan relawan yang dengan tujuan mulia membantu korban yang akhirnya menjadi korban karena kelalaian yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT