Virus Corona Tak Punya Kalender

Ilustrasi Tenaga Kesehatan, sejumlah tenaga kesehatan di wilayah kerja Kabupaten Takalar terpapar virus corona atau Covid-19
Ilustrasi Tenaga Kesehatan, sejumlah tenaga kesehatan di wilayah kerja Kabupaten Takalar terpapar virus corona atau Covid-19.

Oleh: DR. Irwandy, SKM, MPH (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas)

Tahun 2020 kini sudah berlalu. Semua orang mungkin akan sepakat bahwa tahun lalu terasa sangat berat. Karena itu, menyongsong tahun baru 2021 banyak harapan yang diucapkan.

JANGAN LEWATKAN :

Harapan-harapan tersebut saat ini terus bertebaran di status media sosial hingga grup-grup WA. Sebuah harapan yang hampir serupa dari semua orang yakni “semoga di tahun 2021 Pandemi Covid-19 ini akan berakhir”.

Pertanyaan timbul, apakah harapan tersebut akan segera dapat tercapai? Jawabannya, Tidak.

Kita harus sadar, virus corona tidak memiliki kalender. Mereka tidak membaca kalender dan tidak merayakan tahun baru. Tidak akan adanya bedanya tahun 2020 ataupun 2021 buat virus ini. Jika kebijakan pemerintah hingga perilaku kita semua masih sama seperti tahun 2020, maka tak akan ada bedanya pergantian tahun ini.

BACA:  136 Kasus Baru Positif Covid-19 di Sulsel, Turun Peringkat Keempat Nasional

Di awal tahun 2021 justru diprediksi penyebaran virus ini akan semakin mengganas. Jika negara-negara lain saat ini sudah mulai berjuang menghadapi serangan gelombang kedua, kita di Indonesia telah melewati gelombang pertamapun belum.

Ingat, semenjak kasus Covid-19 masuk pertama kali ke Indonesia dibulan Maret lalu, jumlah kasus tidak pernah melandai secara signifikan.

Sepanjang tahun 2020, sudah terdapat lebih dari 20.000 ribu jiwa meninggal akibat virus ini. Angka ini bukan hanya angka statistik. Mereka adalah kakek, nenek, ayah, ibu, kakak, adik, anak hingga cucu dari seseorang. Beberapa mungkin adalah sahabat, teman, tetangga dan kenalan kita.

Harapan kita di tahun 2021 harusnya adalah semoga kita semua dapat berperilaku hidup lebih sehat dan mematuhi protokol kesehatan.

BACA:  Tenaga Kesehatan 'Dirumahkan" Ibarat Pandemi Kedua Setelah Covid-19

Harapan kita harusnya adalah semoga pemerintah dapat bekerja lebih efektif lagi untuk segara mengatasi Pandemi Covid-19.

Karena kapan pandemi ini akan berakhir bukan ditentukan oleh pergantian tahun, tak akan ada keajaiban terjadi pada pukul 00.00 esok hari. Kapan Pandemi ini akan berakhir sangat ditentukan oleh perilaku kita semua di tahun 2021.

Ditahun baru nanti sebagai seorang individu kita harus lebih meningkatkan lagi kepatuhan kita untuk selalu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak fisik. Perilaku hidup bersih dan sehat seperti makan makanan bergizi, tidak merokok, rajin berolahraga juga perlu kita tingkatkan.

Sebagai bagian dari masyarakat kita perlu lebih peduli untuk saling mengingatkan kepada orang-orang disekitar kita dan dikomunitas kita untuk selalu patuh terhadap protokol kesehatan.

BACA:  Diminta PHRI, Pemkot Makassar Tetap Belum Izinkan Pesta Pernikahan Digelar

Kita berharap perilaku-perilaku mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak dapat menjadi sebuah norma sosial baru yang hidup dimasyarakat sekitar kita.

Pemerintah juga perlu terus ikut membantu masyarakat agar perilaku-perilaku ini dapat dilakukan dengan mudah. Pemerintah perlu memfasilitasi kemudahan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas cuci tangan ditempat-tempat umum, kemudahan dan keterjangkauan mendapatkan masker, menciptakan lingkungan yang memungkinkan masyarakat dapat lebih mudah menjaga jarak di tempat-tempat umum hingga transportasi umum dan lain sebagainya.

Lalu, apakah salah jika berharap di tahun 2021 esok pandemi Covid-19 ini akan berakhir? Jawabannya tentu Tidak. Yang salah adalah ketika kita hanya berharap tanpa berusaha sesuai kemampuan dan kapasitas kita masing-masing.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT