178 Kasus Baru Positif Covid-19, Sulsel Peringkat Empat Nasional

Makassar, SULSELSEHAT — Tren kasus baru positif virus corona atau Covid-19 di Sulawesi Selatan berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Kamis, 16 Juli 2020 kembali memperlihatkan laju peningkatan.

Jika dihari sebelumnya tercacat 158 kasus, maka dihari ini melonjak hingga 178 kasus baru. Dari total tersebut total kasus positif Covid-19 tercatat sebanyak 7.630 kasus.

JANGAN LEWATKAN :

Meski terjadi peningkatan yang cukup signifikan, jumlah kasus baru di Sulsel berada di urutan keempat. Urutan pertama DKI Jakarta sebanyak 312 kasus dari sebelumnya 260 kasus, urutan kedua Jawa Tengah sebanyak 214 kasus dari sebelumnya 261 kasus, dan urutan ketiga Jawa Timur sebanyak 179 kasus dari sebelumnya 165 kasus.

BACA:  Kabar Gembira, 2 Rumah Sakit di Sulsel Telah Terima Insentif Nakes

Kemudian jika dilihat dari total kasus secara nasional. Provinsi Sulawesi Selatan berada diurutan ketiga dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak atau 7.630. Sementara urutan pertama Jawa Timur sebanyak 17.574 kasus, urutan kedua DKI Jakarta sebanyak 15.636 kasus.

Selanjutnya, urutan keempat Jawa Tengah sebanyak 5.128 kasus, dan urutan kelima yakni Kalimantan Selatan dengan total pasien sebanyak 4.621 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan Prof Syafri Kamsul Arif mengatakan, Sulsel saat ini masuk menjadi daerah yang disoroti Presiden RI Joko Widodo, karena angka kasus penularan Covid-19 cukup tinggi.

Olehnya, seluruh daerah termasuk Sulsel dengan kasus tinggi harus memaksikmalkan program 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) berdasarkan instruksi presiden.

BACA:  Bertambah 130 Lagi, Positif Covid-19 di Sulsel Tembus 5.214 Orang

Syafri mengaku, instruksi ini sudah dijalankan di Sulsel lewat program yang diistilahkan trisula atau tiga upaya pengendalian Covid-19 Sulsel yang terus digalakkan. Program ini berupa, massive tracking, intensive testing dan public health education.

Meski demikian, pihaknya tetap akan mendorong penguatan pelaksanaan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

“Yang penting sebenarnya bukan bagaimana pembatasan pergerakan ini kita lakukan. Tapi sebenarnya bahwa kita sangat harapkan protokol kesehatan menjadi trigger yang secara individu bisa disadari oleh masyarakat sebagai pencegahan penularan Covid-19,” tegas Prof Syafri.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT