Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Sulsel Sudah Capai Standar WHO

Ilustrasi Swab Test Covid-19
Ilustrasi Swab Test Covid-19.

Makassar, SULSELSEHAT — Pemeriksaan spesimen sampel virus corona atau Covid-19 di Sulawesi Selatan telah mencapai sekitar 111.066 spesimen. Jumlah ini pun telah memenuhi target organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO).

 

Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Selatan Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, pemeriksaan spesimen Sulsel saat ini mencapai 1,2/1.000 per minggu. Sementara yang ditetapkan WHO sesuai standar pemeriksaan 1/1.000 dari jumlah penduduk.

JANGAN LEWATKAN :

“Tercapainya standar ini karena testing agresif yang belakangan ini dilakukan, termasuk tes swab massal yang dilakukan Pemkot Makassar di semua kecamatan,” katanya, Senin (12/10/2020).

BACA:  Terapkan Physical Distancing, Satlantas Polres Gowa Buat Marka Jarak 1 Meter Antar Kendaraan

Menurutnya, massif testing memang sangat berdampak terhadap pencapaian indikator dalam pengendalian Covid-19.

“Jadi ini sangat efektif dan alhamdulillah kalau kita melihat pertumbuhan kasus Covid-19 di Sulsel dari angka reproduksi efektifnya(Rt) paling rendah secara nasional,” kata Prof Ridwan.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas ini mengungkapkan, massifnya tracing dan testing itu juga didukung dengan adanya 14 laboratorium dan 2 unit mobil polimerase chain reaction (PCR) yang dimiliki pemerintah provinsi.

“Dari 14 laboratorium itu ditambah 2 mobil PCR itu kapasitasnya sekarang bisa sampai 4.500 spesimen per hari. Meskipunn demikian, rata-rata per hari yang diperiksa itu sekitar 1000 – 1700-an,” katanya.

Ia menilai, meski jumlah pemeriksaan spesimen telah mencapai standar yang ditetapkan WHO. Jumlah positivity rate di Sulsel masih tergolong tinggi yakni di angka 8 persen.

BACA:  Kabar Baik! UGD RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar Kini Sudah Buka Kembali

Ia menjelaskan, positivity rate merupakan perbandingan antara jumlah kasus positfi Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Berdasarkan standar WHO, daerah yang bebas penularan Covid-19, jika angka positivity rate sudah di bawah 5 persen.

Sehingga, dengan kondisi positivity rate yang masih berada di angka 8 persen, maka masih perlu usaha ekstra untuk lebih turun lagi.

“Tentu usahanya pada meningkatnya massif tracing atau pelacakan kasus terhadap kontak erat dan swab secara massif pada institusi maupun pada wilayah-wilayah yang termasuk episentrum,” kata Prof Ridwan.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT