Kesembuhan Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19 di Sulsel Terus Meningkat

Ilustrasi tenaga kesehatan terpapar virus corona atau Covid-19.
Ilustrasi tenaga kesehatan terpapar virus corona atau Covid-19.

Makassar, SULSELSEHAT — Sejak kasus pandemi virus corona atau Covid-19 menyerang, tenaga kesehatan dinilai menjadi kelompok rentan. Hal ini lantaran mereka menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien terkonfirmasi.

 

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulsel Abdul Rakhmat mengatakan, dari data terakhir PPNI, sejak awal pandemi atau Maret hingga Oktober ini tercatat ada sekitar 332 perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulsel.

JANGAN LEWATKAN :

Meski demikian, dirinya mengaku angka itu lebih banyak dari yang ada di lapangan. Pasalnya, angka tersebut sesuai data dan laporan yang masuk di PPNI.

BACA:  Menyedihkan, PPNI Sebut 23 Perawat Meninggal Dunia Akibat Covid-19 di Indonesia

“Saya tahu betul angkanya tidak disitu. Angkanya hampir 500. Karena ada beberapa perawat yang mungkin tidak mau mengisi atau didata dengan berbagai macam alasan,” katanya, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, angka keterpaparan Covid-19 terhadap tenaga kesehatan di Sulsel memang cukup tinggi. Namun demikian tingkat kesembuhan pun semakin membaik.

Sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan Covid-19, kerentanan para tenaga kesehatan terpapar Covid-19 memang cukup tinggi, khususnya untuk tenaga perawat. Meski begitu, penanganan Covid-19 seiring waktu terus membaik, termasuk kepada para perawat.

“Hampir dari total perawat yang terpapar itu, angka kesembuhannya juga bagus. Alhamdulillah, tingkat kesembuhannya 90 persen,” terangnya.

Sedangkan untuk angka kematian perawat tidak terlalu tinggi atau hingga saat ini hanya tercatat tiga perawat yakni dari Kabupaten Sidrap, Kabupaten Gowa, dan Kota Makassar.

BACA:  Setelah 2 Pekan Diisolasi, 3 Warga Gowa Berhasil Sembuh dari Covid-19

Menurut Abdul Rakhmat, dengan banyaknya para perawat yang sembuh, diharapkan bisa memberikan kontribusi yang lebih baik lagi dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 di Sulsel.

Ia menegaskan, tugas penanganan Covid-19 bukan hanya dari petugas tenaga kesehatan saja, namun semua unsur masyarakat juga harus ikut terlibat.

“Sejauh ini kami lihat komitmen pemerintah sudah baik. Itu dilihat dari pertama adanya program wisata Covid-19 yang kemudian secara sentralisasi merawat pasien dengan tujuan memutuskan mata rantai. Kedua, support tenaga kesehatan pun membaik, karena Alhamdulillah sampai saat ini teman-teman diberikan fasilitas bagi perawat Covid-19 tinggal di hotel,” terangnya.

Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin mengungkapkan, dalam menjalankan tugasnya, para tenaga kesehatan diakui rentan terpapar Covid-19.

BACA:  Masih Pandemi Covid-19, Pemkot Makassar Siapkan Aturan Protkes Pesta Pernikahan di Hotel

Ia menyebutkan, sejak pandemi, dari data yang dihimpun sudah ada sebanyak 685 tenaga kesehatan yang menderita Covid-19. Mereka diantaranya 47 persen perawat, 23 persen dokter, 13 persen administrasi, selebihnya dari berbagai jenis tenaga lainnya.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel ini menambahkan, mereka yang terpapar ini sebagian besar dirawat lewat program wisata duta Covid-19.

“Semua yang terpapar dan diisolasi lewat program wisata duta Covid-19 Sulsel, 100 persen telah sembuh,” tegas Prof Ridwan.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT