UMKM Bantu Penuhi APD Nakes di RS Rujukan Covid-19 di Sulsel

APD Covid-19
Dalam mencegah penularan Covid-19, tenaga kesehatan diimbau untuk menggunakan APD lengkap dalam aktivitasnya menangani pasien Covid-19.

Makassar, SULSELSEHAT. COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melibatkan sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan di rumah sakit.

Hal ini sebagai upaya kerjasama serta dukungan kepada kerja-kerja tenaga kesehatan. Mulai tenaga dokter, perawat, tenaga laboratorium dan lainnya dalam upaya penanganan virus corona atau Covid-19.

JANGAN LEWATKAN :

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel Abdul Malik Faizal mengatakan, persoalan pandemi Covid-19 ini bukan hanya berdampak pada persoalan kesehatan saja, melainkan pada seluruh sektor kehidupan termasuk perekonomian.

BACA:  Epidemiolog Nilai Penularan Covid-19 di Sulsel Tak Terdeteksi

“Sejauh ini sudah ada sebanyak 500 baju hazmat yang telah diproduksi UMKM binaan kita dan telah dipasarkan di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19,” katanya, Jumat (6/11/2020).

Dirinya berharap, dengan melibatkan pelaku UMKM dalam pengadaan APD ini selain bersama-sama menjaga tenaga kesehatan yang terus berjuang merawat pasien Covid-19 maupun dalam memberikan layanan kesehatan maksimal, juga dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain proses memproduksi hazmat, para pelaku UMKM juga didorong untuk memproduksi masker yang dipasarkan di sejumlah toko ritel dan toko tradisional di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Apalagi, saat ini masker menjadi kebutuhan yang paling utama saat masyarakat beraktivitas.

“Upaya ini sebagai dukungan Pemprov Sulsel terhadap UMKM di masa pandemi,” jelasnya.

BACA:  Ini Tempat Rapid Test Covid-19 di Palopo, Bagi Pelajar dan Mahasiswa Gratis!

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan hingga saat ini dalam penanganan Covid-19.

Bahkan tenaga kesehatan menjadi salah satu pihak yang berkontribusi besar dalam meningkatkan angka kesembuhan pasien sehingga Sulsel berhasil keluar dari zona merah penularan.

“Sulsel saat ini berhasil keluar dari zona merah, angka kasus juga semakin dapat ditekan. Tentunya capaian ini pun berkat upaya seluruh stakeholder utamanya tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19,” ujarnya.

Ia mengimbau, meski kasus Covid-19 dapat dikendalikan, masyarakat diminta untuk tidak lengah dan terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Termasuk juga bagi tenaga kesehatan saat memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat, termasuk di beberapa rumah sakit perawatan pasien Covid-19.

BACA:  TP PKK Gowa Bersama Dinkes Siapkan Swab Gratis untuk Perempuan

“Saat bekerja tetap menggunakan APD dan lainnya. Kita harus terus memastikan kebutuhan APD bagi tenaga kesehatan terpenuhi,” terang Nurdin.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT