MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menyiagakan ambulans dan tim medis di sejumlah titik posko pelayanan selama periode mudik Lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pada pengamanan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kesiapan layanan kesehatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Sulawesi Selatan yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah dalam memastikan keamanan, kelancaran, serta keselamatan masyarakat selama periode mudik.
Gubernur juga menginstruksikan agar layanan publik, khususnya layanan kesehatan, tetap siaga dan responsif di titik-titik keramaian serta jalur perlintasan pemudik.
Selain itu, langkah tersebut merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.6/1071/SJ tentang Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dalam Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, serta hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektor (Linsek) Polri terkait pengamanan Operasi Ketupat 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes, mengatakan seluruh rumah sakit daerah dan klinik di bawah lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan akan berpartisipasi aktif dalam penyediaan layanan medis di posko-posko yang telah ditetapkan.
“Kami menugaskan tenaga medis secara bergantian dalam dua shift agar pelayanan kesehatan di setiap posko dapat berjalan tanpa henti selama masa operasi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan membagi jadwal kerja tenaga medis menjadi dua shift. Shift pagi berlangsung pukul 07.30 hingga 14.00 WITA dan diisi oleh tim medis dari klinik, sedangkan shift siang pukul 14.00 hingga 21.00 WITA diisi oleh tim medis dari rumah sakit.
Setiap shift dilengkapi satu unit ambulans beserta personel medis untuk menangani kondisi kegawatdaruratan di lokasi pos pelayanan.
Adapun beberapa titik posko yang menjadi fokus pelayanan antara lain Terminal Daya, M’TOS, Tamangapa, Veteran Utara, Pasar Terong, Bintang Mode, dan Boulevard di Kota Makassar, serta jalur Poros Maros–Bone di wilayah kabupaten.
Melalui dukungan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat memperoleh layanan kesehatan secara cepat apabila terjadi kondisi darurat selama arus mudik maupun arus balik Lebaran.
Pelayanan kesehatan di posko-posko tersebut dilaksanakan secara terpadu melalui koordinasi bersama unsur Polri, pemerintah daerah, serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. (*)
Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.



























