Makassar, SULSELSEHAT — Mantan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar, dr Ardin Sani membenarkan pemberhentian dirinya sebagai pimpinan tertinggi di rumah sakit tersebut.
“Iye dek, saya diberhentikan (sebagai direktur),” katanya kepada SulselSehat.com, Rabu (01/07/2020).
Saat ditanya alasan pemberhentiannya sementara sebagai direktur utama RSUD Daya Kota Makassar, ia mengalihkan ke anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso untuk menjawabnya.
“Bisa mungkin kita tanya langsung ke pak Andi Hadi anggota DPRD Makassar,” tambahnya.
Meski enggan membeberkan alasan pencopotan dirinya, Ardin Sani mengaku tetap ingin mengabdi sebagai dokter umum di rumah sakit milik Pemkot Makassar itu.
“Fokus dulu dek jadi dokter Umum di RSUD Daya karena saya tidak buka praktek di luar,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso menjamin jenazah pasien positif Covid-19 yang meninggal di RSUD Daya untuk tak dimakamkan secara Protokol Covid-19.
Jaminan anggota DPRD Makassar dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut dibubuhi dengan tanda tangannya dan ditempeli materi 6.000.
Beberapa hari setelah kejadian itu, dr Ardin Sani diberhentikan dari jabatan Direktur Utama RSUD Daya oleh Penjabat Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin dan efektif berlaku sejak 29 Juni 2020 lalu.
Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.