Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Sulsel Meningkat, Capai 4.000 Sampel Per Hari

Petugas BBLK Makassar
Petugas BBLK Makassar saat memeriksa spesimen Covid-19. (Foto: Dok BBLK Makassar)

Makassar, SULSELSEHAT.COM — Pemeriksaan spesimen Covid-19 di Sulawesi Selatan telah memenuhi target Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Hal ini terlihat dari jumlah spesimen secara keseluruhan yang diperiksa di tujuh laboratorium pemeriksaan.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan, peningkatan jumlah kasus harus dibarengi dengan peningkatan jumlah pemeriksaan spesimen untuk diagnosis Covid-19.

JANGAN LEWATKAN :

Jika dibandingkan pada pemeriksaan spesimen sebelumnya, saat ini pemeriksaan suah hampir dua kali atau mencapai 4.000 sampel dari sebelumnya yang hanya 1.000 hingga 2.500 sampel.

BACA:  Pasien Covid-19 dari Toraja Utara Meninggal Dunia di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar

“Misalnya pada periode Kamis kemarin, kita memeriksa 4.061 spesimen. Dari jumlah spesimen ditemukan 569 orang terkonfirmasi atau dengan angka Reproduksi Efektif (Rt) 1,33,” katanya, Jumat (25/12/2020).

Dari ratusan masyarakat yang dinyatakan terpapar, beberapa daerah jadi penyumbang terbesar. Seperti di Kota Makassar sebanyak 293 kasus, Kabupaten Sinjai 49 kasus dan Kabupaten Gowa 41 kasus.

Nurdin menilai, bahwa peningkatan kasus yang terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Selatan dikarenakan berbagai pelaksanaan kegiatan. Salah satunya pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

“Kenaikan kasus ini tentu diakibatkan beberapa event-event, dan yang paling dominan adalah faktor pilkada. Tapi kenaikan kasus ini juga dibarengin dengan kenaikan pemeriksaan spesimen,” ujarnya.

BACA:  KPAI Harapkan Posyandu Kembali Aktif Tetapi dengan Protokol Kesehatan

Menurutnya, upaya pemerintah dalam mendorong jumlah pemeriksaan spesimen Covid-19 di seluruh laboratorium yang dimiliki adalah agar penularan dapat ditekan dengan cepat.

“Semakin banyak kita temukan kasus positif tentu akan semakin menurunkan angka penularan. Mudah-mudahan ini adalah sebuah kegiatan yang kan menyatukan langkah kita terutama, memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel,” harapnya.

Nurdin menegaskan bahwa hal yang harus dipahami dalam memutus mata rantai Covid-19 adalah keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, masyarakat hingga lembaga kemasyarakatan lainnya. Termasuk dengan memasiffkan jumlah pemeriksaan.

“Upaya kita dengan memutus mata rantai ini dengan memperbanyak laboratorium dan spesimen. Akhirnya terus terjadi penurunan waktu itu, semoga kali ini kita juga bisa melakukannya,” ujarnya.

BACA:  Jangan Sampai Salah: Bukan Herb Immunity, Tapi Herd Immunity!

Hingga saat ini jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulsel sebanyak 27.905 orang, sementara untuk pasien sembuh tercatat 22.460 orang dan meninggal dunia sebanyak 569 orang.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT