40 Hari Berlalu, Janji Pemprov Pindahkan Kuburan Pasien PDP Negatif Covid-19 Belum Terealisasi

Andi Baso Ryadi Mappasulle
Andi Baso Ryadi Mappasulle saat ditemui di Kantor DPRD Sulawesi Selatan, Rabu (24/06/2020). Foto IST.

Makassar, SULSELSEHAT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dinilai hanya memberikan janji manis kepada keluarga Andi Baso Riyadi Mappasole yang ingin memindahkan istrinya dari Pekuburan Khusus Covid-19 di Macanda.

 

Andi Baso menceritakan dirinya telah melakukan pertemuan dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 dan Gubernur Sulawesi Selatan untuk memindahkan jenazah istrinya yang telah dimakamkan, tetapi hingga kini belum juga terealisasi.

JANGAN LEWATKAN :

“Saya sudah berapa kali lakukan pertemuan dengan tim gugus tugas Covid-19 Sulsel dan Gubernur Sulsel dijanji 1 minggu untuk melakukan kajian dan disuruh untuk siapkan kuburan di Bulukumba tapi janjinya hingga 1 bulan lebih tidak ada juga kepastian,” ujarnya saat ditemui Sulselsehat.com di kantor DPRD Sulsel, Rabu (24/06/2020).

BACA:  Rapid Test Covid-19 Untuk Syarat Perjalanan Dinilai Epidemiolog Tak Efektif, PB IDI Sebut Begini..

Ia mengaku bahwa telah menyiapkan pekuburan di pemakaman keluarganya di Kabupaten Bulukumba untuk memindahkan jenazah istrinya dari pekuburan Covid-19 tapi tim gugus tugas Covid Sulsel tidak pernah menghubungi pihak keluarga hingga 40 hari ini.

“Saya telah siapkan kuburan di pemakaman keluarga karena tim gugus dan pak Gubernur minta untuk menyediakan pemakaman pada tanggal 9 Juni 2020 lalu tapi hingga kini tidak ada respon lagi dari pihak tim gugus, kalau mereka ditelpon selalu berada ada diluar daerah,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Andi Baso Ryadi Mappasulle, warga Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, harus menahan rasa sakit lantaran mendapatkan perlakuan tak adil atas kematian istrinya yang divonis PDP Covid-19 di RS Bhayangkara Makassar.

BACA:  Positif Covid-19 di Kabupaten Gowa Melandai, Tercacat 'Hanya' 6 Kasus Baru

Istrinya, Nurhayani Abrar (alm) menghembuskan nafas terakhirnya akibat stroke dan pembuluh darah pecah. Berdasarkan hasil pemeriksaan swab, istrinya ternyata negatif Covid-19.

Baso mengisahkan, hasil swab istri tercintanya keluar pada tanggal 22 Mei 2020, 1 minggu setelah istrinya dimakamkan di pekuburan Macanda. Itu pun, kata dia, mesti susah payah untuk mendapatkannya.

Hingga kini, dia beserta keluarganya tetap berharap dapat memindahkan jenazah istrinya ke pekuburan milik keluarga mereka di Bulukumba sebagaimana telah dijanjikan pemerintah.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT