Antisipasi PDP Meninggal Belum Ada Hasil Swab, Kadis Kesehatan Sulsel Instruksikan RS Lakukan Swab Cito

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr M Ichsan Mustari MHM
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr M Ichsan Mustari MHM (Foto:jpnn.com)

Makassar, SULSELSEHAT – Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan dr. Muhammad Ichsan Mustari, MHM menginstruksikan agar setiap rumah sakit di wilayah ini melakukan swab terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 sesegera mungkin.

 

Hal tersebut diketahui dari pesan berantai melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Minggu (07/06). Menurut Ichsan, kebijakan itu diambil untuk mengurangi insiden pasien PDP yang meninggal dan belum mendaptkan hasil pemeriksan SWAB.

JANGAN LEWATKAN :

“Diharapkan agar setiap RS melakukan pemeriksaan swab sesegera mungkin dan mengirimkan spesimen ke BBLK dengan kategori CITO,” perintah Ketua IDI Wilayah Sulselbar ini.

BACA:  2.000 Peserta Rapid Test Pemprov Sulsel Gelombang Pertama, 44 Dinyatakan Reaktif

Dia menambahkan, upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses pemeriksaan spesimen swab. Untuk diketahui, Cito adalah istilah yang populer di dunia medis, berasal dari kata Latin yang bermakna ‘segera’.

Dihubungi SulselSehat.com, Senin (08/06), Kabid P2P Dinas Kesehatan Sulsel dr. Nurul Amin, M.Kes membenarkan hal tersebut.

“Iya, (itu) benar. Karena kita mau mempercepat layanan. Jadi setiap PDP yang masuk RS langsung diswab supaya hasilnya bisa diketahui secepatnya,” ujarnya.

Nurul menuturkan, sebelum keluarnya instruksi ini, pengambilan swab pasien PDP di rumah sakit tetap dilakukan, hanya tidak diberikan instruksi Cito.

“Jadi mungkin proses antrinya sama dengan sampel lain karena tidak ada catatan Cito di situ,” kata dia.

BACA:  Dinilai Efektif, Program Wisata Covid-19 di Sulsel akan Diperluas ke Daerah

Menurut Nurul, pengiriman sampel swab dari RS dengan kode Cito ini tetap mengikuti alur rujukan laboratorium yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Sebelumnya pada Sabtu (06/06), Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, dr Aswan Usman, M.Kes mengatakan bahwa kerap telatnya hasil pemeriksaan swab, bukan disebabkan oleh pihak laboratorium.

“Kami di sini paling lambat selesaikan pemeriksaan sampel itu 2 hari. Itu paling maksimal, tapi rata-rata sehari selesai asal tidak ada kendala,” tegasnya.

“Permasalahan yang saya lihat, rata-rata sampel dikumpul dulu oleh pihak rumah sakit baru dikirim ke kami,” tambah dia.

Padahal kalau mau cepat, lanjut Aswan, sampel bisa saja segera dikirim ke laboratorium tanpa harus menunggu terkumpul banyak dulu, apalagi untuk sampel yang diprioritaskan.

BACA:  Kemenkes Minta Belanja Anggaran Kesehatan di Daerah Harus Tepat Sasaran

“Masyarakat berpikir lama pemeriksaan itu sudah dihitung sejak pengambilan sampel swab oleh petugas di rumah sakit. Padahal seharusnya dihitung sejak sampel tersebut masuk di laboratorium,” bebernya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT