Ini Penyebab Tes PCR Positif Meski Pasien Sudah Sembuh dari Covid-19

Ilustrasi Pasien Covid-19 Sembuh.
Gambar : Ilustrasi Pasien Covid-19 Sembuh.

Makassar, SULSELSEHAT.COM — Sejumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh melalui perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri masih menunjukkan hasil positif usai melakukan swab melalui tes Polimerase Chain Reaction (PCR).

Berdasarkan rilis infografik melalui akun Instagram @pandemictalks, dr. RA Adaninggar, Sp.PD bersama dr. Mutiara Annisa dan dr. Muhammad Kamil mengulas beberapa faktor penyebabnya.

JANGAN LEWATKAN :

Pertama, beberapa bukti menyebutkan bahwa masa menular atau infleksius Covid-19 dalam tubuh seseorang berbeda-beda tergantung gejala yang dialami.

Seperti, pada orang bergejala ringan, virus tidak lagi aktif setelah 10 hari gejala. Kemudian, pada orang bergejala berat, virus tidak lagi aktif setelah 20 hari gejala

“Virus berangsur-angsur berkurang setelah muncul gejala. Kemampuan menularnya virus berkurang 80 persen setelah 10 hari gejala dan 95 persen setelah 15 hari gejala. Intinya, masa menular virus bisa lebih lama bila gejala masih ada,” jelas dr. Adaninggar dalam kajiannya yang dikutip, Senin (25/1/2021).

BACA:  Sejak Maret 2020, Satgas Covid-19 Unhas Sudah Bagikan Ribuan APD untuk Dokter Residen

Kedua, proses tes menggunakan PCR, sifatnya hanya bisa mendeteksi materi genetik virus, sehingga hal ini juga bisa menyebabkan hasil tes PCR positif meskipun telah sembuh dari perawatan Covid-19.

Dalam kajian ketiga dokter tersebut mengungkapkan, ada beberapa model kondisi virus yang ada dalam tubuh seseorang terkonfirmasi yang dapat menyebabkan hasil tes swab positif meskipun telah dinyatakan sembuh. Antara lain, virus SARS-SARS-Cov-2 yang utuh, bangkai virus dan virus rusak.

“Selama masih ada materi genetik dengan urutan gen yang khas dengan virus corona, meski kondisinya rusak dan tinggal bangkai tetap akan terbaca positif saat melakukan tes PCR. Sebab tes PCR tidak dapat membedakan apakah virus dalam keadaan infleksius atau tidak,” kayanya.

BACA:  Tinjau Festival Smart Vaksinasi Makassar, Jokowi Harap Capai Target

Kemudian, sisa pada virus sifatnya tidak langsung hilang meskipun dinyatakan telah sembuh dari Covid-19. Karena setelah sekitar 10 hingga 20 hari, gejala dari Covid-19 akan berangsur-angsur menghilang.

Ketiga, dalam kajian tersebut menjelaskan, setelah virus dirusak oleh sistem imun, maka akan terbentuk antibodi. Jika terjadi hal demikian maka virus dan sisanya akan dibersihkan oleh bagian dari sistem imun.

“Hal inilah kenapa hasil PCR pada pasien terkonfirmasi masih menunjukkan positif. Olehnya dengan kondisi ini pasien tidak perlu melakukan isolasi, tidak perlu minum obat, dan tidak perlu melakukan pemeriksaan PCR secara berulang (bila tidak ada indikasi), ” sebutnya.

Dijelaskan lagi, pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 antara lain, tanpa gejala atau gejala ringan dan sedang yakni dengan melewati masa isolasi minimal 10 hari + 3 hari bebas gejala.

BACA:  Edukasi Covid-19 Ke Warga, Pemkot Makassar Apresiasi Langkah GP Ansor Sulsel

Kemudian, gejala berat – kritis yakni melewati masa isolasi minimal 10 hari + 3 hari bebas gejala + swab PCR 1 x negatif.

Hasil tes PCR negatif bukan satu-satunya pertimbangan syarat kesembuhan Covid-19. Evaluasi gejala, waktu isolasi, hasil tes, dan faktor pasien secara keseluruhan menjadi pertimbangan dokter untuk menyatakan sembuh.

“Keputusan sembuh dan tes PCR ulang adalah sepenuhnya keputusan klinis dokter,” tulis mereka.

Isolasi mandiri adalah prioritas, lakukan isolasi yang benar setelah mendapatkan diagnosis Covid-19, terutama saat masa menular untuk memutus mata rantai penularan.

Tes PCR bukan segalanya, kesembuhan tidak ditentukan oleh hasil PCR negatif.

“Pemahaman yang salah akan menimbulkan stigma negatif terhadap para penyintas Covid-19 yang sebenarnya sudah sembuh yang berakibat semakin sulitnya pengendalian Covid-19,” tutup mereka.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT