Gelar Simposium Nasional Hybrid, AIPTKMI Sukses Hadirkan Ratusan Peserta

Gambar Gravatar
Gelar Simposium Nasional Hybrid, AIPTKMI Sukses Hadirkan Ratusan Peserta
Gelar Simposium Nasional Hybrid, AIPTKMI Sukses Hadirkan Ratusan Peserta, Sabtu (16/09/2023)

Makassar, SULSELSEHAT – Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) Regional Timur sukses menggelar Simposium Nasional dengan tema ‘Mewujudkan Pendidikan Kesehatan Masyarakat Indonesia: Tantangan dan Harapan’ , Sabtu (16/09/2023) di Ruang Prof. Hardjoeno Gedung Pascasarjana Unhas Makassar.

Kegiatan yang dilakukan sebagai rangkaian Musyawarah Daerah AIPTKMI Regional Timur itu, digelar secara daring dan luring melalui platform Zoom Meeting.

JANGAN LEWATKAN :

“Alhamdulillah, peserta cukup banyak mencapai kurang lebih 200 peserta dengan jumlah institusi yang ikut mencapai 31 perguruan tinggi dari 35 institusi yang tergabung dalam AIPTKMI,” jelas Ketua Panitia Ilham Syam melalui rilis yang diterima media ini.

BACA:  Terpilih Aklamasi, Prof Sukri Palutturi Pimpin AIPTKMI Regional Timur

Kata Ilham, peserta simposium sangat beragam, mulai dari perwakilan instansi kesehatan, dosen, dan mahasiswa dari berbagai jenjang S1, S2 dan S3 dari seluruh wilayah di Indonesia timur.

Simposium dibuka langsung oleh Ketua AIPTKMI Pusat  Prof. Asnawi Abdullah, dan dibagi ke dalam dua sesi menghadirkan lima narasumber.

Materi pertama dipaparkan oleh Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan Kementrian Kesehatan Dra. Oos Fatimah Rosyati tentang arah kebijakan pemerintah menurut UU No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Kemudian dilanjutkan materi dari Prof. Asnawi Abdullah tentang kebijakan AIPTKMI dalam mendukung pembukaan profesi Kesehatan Masyarakat di Indonesia,” tambah Ilham.

Pada paruh kedua kegiatan simposium diisi materi yang dibawakan oleh  Prof. Dr. drg. Andi Zulkifli selaku Dewan Pembina AIPTKMI periode 2018 – 2022.

BACA:  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, FKM Unhas Bakal Kirim Dosen Studi Doktoral di Luar Negeri

“Prof Zul membawa materi tentang mengapa pembukaan Pendidikan Profesi Kesehatan Masyarakat dibutuhkan,” jelas Ilham.

Sesi kedua simposium dilanjutkan dengan materi oleh Wakil Ketua Konsil Tenaga Kesehatan Masyarakat (KTKI) Andi Sari Bunga Untung seputar tugas, fungsi dan wewenang KTKI dalam mewujudkan pendidikan profesi kesehatan masyarakat di Indonesia.

Dekan FKM UNHAS Prof. Sukri Palutturi selaku Pembina AIPTKMI akhirnya membawakan materi penutup tentang kesiapan FKM UNHAS terhadap pembukaan Prodi Profesi Kesehatan Masyarakat.

Menurut Ilham, suksesnya kegiatan simposium ini tidak terlepas dari moderator yang turut serta memandu berjalannya sesi demi sesi dengan sangat baik.

“Sesi awal dipandu oleh Dr. Muhammad Ikhtiar dan di sesi kedua dipandu oleh Dr. Sc. Basri Mahmud. Mereka semua luar biasa,” beber mahasiswa doktoral FKM Unhas itu.

BACA:  Wow! Ini 5 Mahasiswa Kesehatan Berprestasi versi AIPTKMI Regional Timur

Simposium ini diharapkan memberikan manfaat kepada peserta untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai peluang dan tantangan program studi Kesehatan Masyarakat pasca keputusan UU No 17 Tahun 2023.

“Selain itu juga untuk mengevaluasi hadirnya Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) sebagai wadah untuk mewujudkan pendidikan Kesmas di Indonesia,” pungkas Ilham.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT