FKM Unhas Bantu Pinrang Tingkatkan Tata Kelola Kabupaten Sehat

Dekan FKM Unhas Prof Sukri Palutturi

Pinrang, SULSELSEHAT – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) turun tangan membantu Kabupaten Pinrang untuk meningkatkan kapasitas tata kelola bagi tim pembina dan Forum Kabupaten Sehat Pinrang.

Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk pengabdian masyarakat kemitraan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Maret 2024 di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang.

JANGAN LEWATKAN :

Tim FKM Unhas di Pinrang

Pada kegiatan tersebut, delegasi FKM Unhas dipimpin langsung oleh Prof. Sukri Palutturi. S.KM., M.Kes.MSc. PH,pH.D selaku Dekan serta satu dosen AKK yakni St. Rosmanelly. S.KM,. M.KM beserta beberapa orang mahasiswa.

BACA:  FKM Unhas Gelar Guest Lecture, Hadirkan Asisten Profesor dari Belanda

Dalam rilis tertulis yang diterima SulselSehat, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tata kelola (urban governance) bagi tim pembina dan forum kabupaten sehat Kabupaten Pinrang untuk mewujudkan SDGS ke-11 yakni membangun kota dan pemukiman yang inklusif, aman tangguh dan berkelanjutan.

Hadir pada kegiatan tersebut sejumlah OPD Kabupaten Pinrang, diantaranya Dinas Kesehatan Kab. Pinrang, Dinas Pariwisata Kab. Pinrang, Bappeda Kab. Pinrang, Dinas Pendidikan Kab. Pinrang, Dinas PU Kab. Pinrang, Forum Kabupaten Sehat, Dinas Sosial Kab. Pinrang, Dinas komunikasi dan Informatika Kab. Pinrang, dan organisasi masyarakat Kabupaten Pinrang.

Tim FKM Unhas di Pinrang

Kegiatan ini dimulai dengan pemberian sambutan oleh Dekan FKM Unhas dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang drg Dyah Puspita Dewi.

BACA:  Sambut Dies Natalis, FKM UNHAS Sukses Selenggarakan Konferensi Internasional Pertama

Selanjutnya peserta mengerjakan pre test menggunakan live quizziz untuk mengukur pengetahuan tentang tata kelola (Urban Governance). Setelah itu tim pengabdian masyarakat FKM Unhas memberikan materi yang berisi tentang tata kelola kabupaten sehat dan tools yang digunakan dalam pembuatan Small Intersectoral Program.

Peserta terlihat sangat antusias dalam menyimak pemaparan materi dan selanjutnya peserta pengabdian diberikan post test untuk mengukur kembali pemahaman dari materi yang telah diterima.

Menariknya dalam hal ini peserta diberikan hadiah untuk kategori peserta yang memiliki nilai pre test yang tertinggi dan nilai post test yang tertinggi serta peserta yang teraktif pada saat diskusi dan peserta yang hadir tercepat.[rls]

BACA:  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, FKM Unhas Bakal Kirim Dosen Studi Doktoral di Luar Negeri

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT