Mitigasi Pandemi Covid-19 Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru jadi Tema Webinar FKM Unhas

Webinar yang digelar Himpunan Mahasiswa Epidemiologi FKM Unhas
Webinar yang digelar Himpunan Mahasiswa Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin dihadiri 300 peserta. (Foto: Istimewa)

Makassar, SULSELSEHAT — Himpunan Mahasiswa Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menggelar webinar nasional dengan mengambil tema “Program Mitigasi Pandemi Covid-19 Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru”.

Dalam pertemuan tersebut menghadirikan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya. Antara lain, Dekan FKM Universitas Andalas Defriman Djafri, Dosen Bidang Studi Kesehatan Global Griffith University School of Medicine Febi Dwirahmadi, dan Direktur Rumah Sakit Unhas Prof dr Syafri Kamsul Arif.

JANGAN LEWATKAN :

Selain itu, juga ada Kepala Bidang Penelitian dan Inovasi RS Unhas dr Muh. Firdaus Kasim, Senior Lecture University of Derby-UK Dono Widiatmoko, dan Ketua Tim Konsultan Pengendalian Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin.

BACA:  HCTS 2020: Lawan Covid-19 dengan Rajin Cuci Tangan Menggunakan Sabun

Dekan FKM Unhas Aminuddin Syam mengatakan, webinar ini diharapkan dapat memberi gambaran pada masyarakat terkait langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan di masa-masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, sejak kasus Covid-19 muncul di Indonesia pada Februari 2020, hingga menyasar wilayah Sulawesi Selatan. Epidemiologi menjadi cabang ilmu yang banyak dikenal masyarakat.

Bahkan epidemiologi menjadi pahlawan yang berada di garda terdepan dalam memberikan justifikasi label terhadap kasus Covid-19 melalui tracing dan pemantauan penyebaran virus.

“Dengan adanya seminar ini, bisa memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat sebagai upaya dan peran perguruan tinggi sebagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19,” katanya dalam kegiatan, Rabu (5/8/2020).

Webinar ini juga menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis Unhas ke-64 Tahun. Sebanyak 300 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

BACA:  Shalat Idul Adha Tanpa Protkes Ketat Bisa Picu Peningkatan Kasus Covid-19

Sementara, Dekan FKM Universitas Andalas Defriman Djafri dalam materinya membahas terkait tren dan situasi epidemiologi Covid-19 secara global dan regional serta situasi di Indonesia sendiri.

Pada materinya, Defriman menyimpulkan bahwa gambaran Covid-19 tidak terlepas dari akuntabilitas data dalam memberikan evidence-based untuk menentukan strategis pengendalian Covid-19 di Indonesia.

“Kemampuan analisis data yang cermat dan metode yang tepat mampu memberikan informasi yang utuh dan komprehensif dalam setiap langkah yang diambil,” jelas Defriman.

Defriman menambahkan, epidemiologi tidak hanya berbicara tentang angka dan data, kemampuan advokasi dan membangun kepercayaan pemerintah serta kepala daerah menjadi penting dalam situasi kedaruratan seperti saat ini.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT