SEHATNEWS – Sebuah peristiwa yang memicu keprihatinan publik terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Seorang pasien yang masih berada dalam kondisi gawat darurat terpaksa dibawa pulang oleh pihak keluarga karena tidak mampu lagi menanggung biaya perawatan yang terus membengkak.
Berdasarkan keterangan yang beredar, keluarga pasien mengaku telah mengeluarkan biaya perawatan sekitar Rp10 juta hanya dalam empat malam pertama sejak pasien menjalani perawatan intensif.
Sementara itu, pasien masih membutuhkan penanganan medis lanjutan selama kurang lebih dua pekan ke depan, yang diperkirakan akan menambah beban biaya bagi keluarga.
Kondisi tersebut semakin diperparah karena kartu BPJS Kesehatan milik pasien disebut masih berstatus baru dan belum aktif sepenuhnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Akibatnya, jaminan kesehatan tersebut belum dapat digunakan untuk menanggung biaya pelayanan medis yang sedang dijalani pasien.
Keluarga sempat berharap dapat mengandalkan program jaminan kesehatan nasional untuk membantu biaya pengobatan. Namun karena kartu BPJS belum dapat digunakan, seluruh biaya perawatan harus ditanggung secara mandiri.
Situasi ini membuat keluarga berada dalam tekanan ekonomi yang berat hingga akhirnya memutuskan menghentikan perawatan di rumah sakit dan membawa pasien pulang.
Peristiwa tersebut menuai beragam respons dari masyarakat. Banyak warga yang menyampaikan keprihatinan dan berharap adanya solusi dari pihak terkait agar pasien dalam kondisi darurat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai tanpa terkendala persoalan administrasi maupun biaya.
Masyarakat juga mendorong adanya evaluasi terhadap mekanisme pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien gawat darurat dari keluarga kurang mampu.
Mereka berharap pemerintah daerah bersama manajemen rumah sakit dapat menghadirkan kebijakan yang lebih responsif guna memastikan hak masyarakat atas layanan kesehatan tetap terpenuhi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Syekh Yusuf maupun instansi terkait mengenai peristiwa tersebut. (*)
Baca berita terbaru SulselSehat setiap hari. JIkuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.
























