Kasus Positif Covid-19 Makin Tinggi, Epidemiolog Unhas: Pemerintah Harus Lebih Serius

Prof Ridwan Amiruddin
Pakar Epidemologi Universitas Hasanuddin, Prof Ridwan Amiruddin

Makassar, SULSELSEHAT.COM — Tren pertumbuhan kasus virus corona atau Covid-19 di Sulawesi Selatan kembali mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Bahkan tercatat pada satu pekan terakhir angka reproduksi efektif (Rt) naik sekitar 1,2 hingga 1,4.

Mencermati kondisi itu, Epidemiolog Universitas Hasanuddin Prof Ridwan Amiruddin mengatakan pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten harus lebih serius melakukan pengendalian kasus Covid-19.

JANGAN LEWATKAN :

“Saat ini angkat Rt kita hampir dua kali lipat naiknya dibandingkan sebelumnya. Peningkatan kasus yang terjadi signifikan ini dapat saja membawa Sulsel kembali pada zona darurat,” ungkapnya, Kamis (31/12/2020).

BACA:  Positif Covid-19 Terus Bertambah, Pemkab Bulukumba Tracing 1.047 Warga

Karenanya, lanjut Ketua Tim Ahli Konsultan Satgas Covid-19 Sulsel ini juga menyampaikan pada seluruh kepala daerah termasuk Pemerintah Provinsi Sulsel untuk lebih memperketat disiplin protokol kesehatan. Termasuk konsisten dalam menjalankan regulasi maupun aturan yang telah dibuat.

“Semua pihak harus mengambil peran dan disiplin protokol kesehatan harus diperketat. Konsolidasi antar wilayah juga perlu dilakukan,” terang Prof Ridwan.

Tak bisa dipungkiri, kenaikan kasus Covid-19 di Sulsel juga tidak lepas dari pelonggaran sejumlah aktivitas sosial. Salah satunya, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 9 Desember lalu.

Padahal, berdasarkan hasil evaluasi tim Satgas Covid-19 Sulsel, pada periode Agustus hingga September, kasus Covid-19 cenderung terkendali. Di sisi lain, pergantian musim juga menjadi waktu yang cukup rawan untuk berkembangnya Covid-19 ini.

BACA:  Dinyatakan Sembuh, Plt Kadinkes Sinjai: Covid-19 Itu Nyata Adanya!

“Apalagi saat ini sudah masuk musim hujan, rentan daya tahan tubuh yang menurun,” ungkap Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Sulsel ini.

Ia menyebutkan, kenaikan kasus Covid-19 hingga saat ini kita mengakibatkan perubahan peta zonasi risiko Covid-19. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Indonesia tercatat tidak ada lagi kategori zona hijau di Sulawesi Selatan. Padahal, sebelumnya terdapat dua daerah dengan status zona hijau yakni Kota Palopo dan Kabupaten Tana Toraja.

“Saat ini ada 80 persen kabupaten/kota di Sulsel dengan status zona oranye. Fenomena ini mulai terjadi sejak tiga pekan terakhir,” ujarnya .

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT