Dirujuk Positif Covid-19, Warga Lutim Meninggal dengan Hasil Swab Negatif

Pasien Covid Meninggal Dunia
Ilustrasi Pasien Covid Meninggal Dunia. (Foto: Detikcom)

Luwu Timur, SULSELSEHAT – Seorang warga Kabupaten Luwu Timur, Ny. A (41) yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia di Palopo, Minggu (12/07/2020).

Sebelumnya, pasien tersebut dirawat di RS INCO Sorowako dengan kondisi stroke dan hasil pemeriksaan swab positif.

JANGAN LEWATKAN :

Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka pasien dirujuk ke RSUD Sawerigading Kota Palopo.

Sumber SulselSehat.com menyebut, karena akan menjalani operasi, maka pihak RSUD Sawerigading kembali melakukan pemeriksaan swab dengan menggunakan mesin TCM (Tes Cepat Molekuler) yang tersedia.

Hasil yang didapatkan adalah negatif meski sudah dilakukan dua kali pengetesan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Direktur RS INCO Sorowako, dr Oki.

“Ketika kami swab di RS INCO positif. Dirujuk ke Palopo karena butuh penanganan lanjut, di sana swab 2x negatif,” jelasnya via What’sApp, dilansir dari MaliliPos.com, Senin (13/07) malam.

Beda Hasil

Perubahan hasil swab dari positif menjadi negatif memang memungkinkan terjadi, tergantung dari jumlah virus yang ada dalam tubuh pasien.

“Tergantung jumlah virus (viral load),” jelas dr Irfan, Sp.PK, dokter spesialis Patologi Klinik jebolan Fakultas Kedokteran Unhas kepada SulselSehat.com, Selasa (14/07/2020).

Menurutnya, dalam pemeriksaan laboratorium dapat dilihat dari nilai CT. Semakin tinggi nilai CT artinya jumlah virus semakin sedikit.

“Jadi misalnya hari ini dideteksi positif dengan jumlah virus yang sedikit, bisa saja dua tiga hari kemudian sudah tidak terdeteksi,” ujarnya lagi.

Apa yang disampaikan oleh dr Irfan sedikitnya bisa menjawab kasus yang menimpa Ny.A, pasien Covid-19 dari Luwu Timur.

“Hasil negative bisa saja karena memang virusnya sudah hilang karena sudah ada selang dua tiga hari,” ungkap Irfan yang juga trainer Covid-19 bersertifikat bidang komunikasi publik.

Hanya saja, lanjutnya, untuk kasus pasien Ny.A masih sangat mungkin diperdebatkan secara ilmiah.

“Memang sangat mungkin diperdebatkan karena dideteksi awal dengan PCR dan difollow up dengan alat berbeda (TCM). Sementara PCR dan TCM, gen yang dideteksi berbeda,” beber dia.

Karena itu, dia menyarankan agar alat yang digunakan untuk diagnosis sebaiknya sama dengan yang digunakan saat melakukan follow up terhadap pasien.

Kendati demikian, dokter spesialis yang bertugas di RSUD I Lagaligo Wotu itu menegaskan pasien Ny.A bukan lagi dikategorikan Covid-19.

“Pasien dengan hasil PCR (swab) 2 kali negatif sesuai protap dinyatakan sembuh. Artinya bukan Covid lagi,” pungkasnya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT