Hati-hati! Salah Gunakan Kawat Gigi Bisa Sebabkan Kanker Mulut

Ilustrasi pemasangan kawat gigi
Ilustrasi pemasangan kawat gigi (Foto: Kompas.com)

Makassar, SULSELSEHAT — Penggunaan kawat gigi atau behel saat ini telah menjadi tren di kalangan masyarakat, utamanya generasi muda.

 

Tidak jarang dari mereka yang menggunakan kawat gigi semata-mata untuk mengikuti tren atau terlihat cantik saat berfoto, tanpa memikirkan asa manfaat dalam penggunaannya.

Sementara, dalam ilmu kedokteran gigi, salah menggunakan kawat gigi, misalnya menggunakan kawat gigi palsu bisa mengakibatkan resiko tinggi bagi kesehatan gigi. Termasuk berpotensi menimbulkan kanker mulut.

“Banyak kasus akibat salah penanganan dalam menggunakan behel, giginya menjadi rusak. Hal yang paling berbahaya yaitu merusak sendi gigi,” kata drg. Ardiansyah S Pawinru dalam penjelasannya di channel YouTube dr. Helmiyadi Sp.OT bertajuk Hati-hati, Jangan Asal Pasang Behel (Kawat Gigi).

Menurut Dosen dan KPS PPDGS Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin ini, resiko yang paling besar jika salah menggunakan kawat gigi di antaranya, dapat merusak gigi atau kanker gigi.

Hal ini lantaran saat pemasangan kawat gigi yang bukan dari penanganan dokter, lem yang digunakan bukan yang sesuai standar kesehatan.

Belum lagi, kawat gigi palsu dapat membuat luka dimulut yang berpotensi menjadi kanker mulut.

“Perawatan yang salah dalam penggunaan behel bukan justru meluruskan gigi, malah akan merusak posisi gigi,” ujarnya.

Menggunakan kawat gigi katanya, tidak boleh sembarang, pasalnya kawat gigi bukan barang yang dipasang saja dengan tujuan merapikan gigi dengan waktu yang begitu cepat. Melainkan ada proses perawatan yang cukup panjang.

“Menggunakan behel itu tidak langsung tetapi terlebih dahulu dilakukan perawatan gigi. Substansi pemasangan behel adalah merawat dan merapikan bukan hanya merapikan saja,” terangnya.

Olehnya, ia meminta masyarakat yang akan menggunakan kawat gigi untuk cerdas memilih. Apalagi jika ada oknum yang menawarkan pemasangan kawat gigi dengan harga murah, karana itu sifatnya sangat rawan dan beresiko.

“Kita berharap ada UU kedokteran yang melindungi masyarakat bahwa tidak boleh selain dokter dan dokter gigi memberikan tindakan pemasangan kawat gigi. Kita sudah melakukan berbagai edukasi cuman masyarakat masih kurang sadar. Tidak ada juga pengawasan yang ketat terhadap aktivitas jual beli kawat gigi murahan,” katanya lagi.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT