6 Kecamatan di Makassar Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19

Covid-19 di seluruh kecamatan di Kota Makassar.
Peta sebaran kasus Covid-19 di seluruh kecamatan di Kota Makassar. (Foto: Istimewa)

Makassar, SULSELSEHAT — Ketua Tim Epidemiologi Penanggulangan Covid-19 Makassar Ansariadi menyebutkan, dari 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar, enam diantaranya adalah wilayah zona merah penularan virus corona atau Covid-19.

“Ini kita lihat dari masih tingginya angka kasus terkonfirmasi atau positif Covid-19 di wilayah tersebut. Nilainya masih tinggi dibandingkan beberapa kecamatan yang lain,” katanya kepada Sulselsehat.com, Selasa (11/8/2020).

JANGAN LEWATKAN :

Ia menjelaskan, data terakhir yang dilaporkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Makassar, ke-enam daerah tersebut yakni Kecamatan Rappocini sebanyak 815 kasus, Kecamatan Biringkanaya sebanyak 711 kasus, Kecamatan Panakukang sebanyak 671, Kecamatan Tamalate 626 kasus, Kecamatan Manggala sebanyak 527 kasus, dan Kecamatan Tamalanrea sebanyak 522 kasus.

BACA:  Pandemi Covid-19, Kader Kesehatan Diharapkan Lebih Massif Kampanyekan Gerakan Hidup Sehat

Kemudian untuk kecamatan dengan jumlah kasus terendah yakni Kecamatan Sanggkarang dengan 23 kasus, Kecamatan Ujung Tanah dengan 103 kasus, Kecamatan Wajo dengan 159 kasus, Kecamatan Bontoala dengan 196 kasus dan Kecamatan Ujung Pandang dengan 163 kasus.

“Perhari ini ada Makassar mencatat 6.101 kasus terkonfirmasi,” katanya.

Ia mengaku, dalam menekan laju penularan di beberapa daerah zona merah ini adalah dengan memperketat pengawasan masyarakat. Utamanya dalam menerapkan protokol kesehatan, tujuannya untuk menekan laju penularan yang ada.

“Kita ingin laju kasus harian ini terkendali dengan kata lain stagnan. Tidak berada diangka 100 kasus lagi seperti sebelum-sebelumnya,” terang Asriadi yang juga Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ini.

BACA:  Targetkan 4000 Peserta, Ini 3 Lokasi Pelaksanaan Festival Smart Vaksinasi Makassar

Berdasarkan pantauan data yang dilaporkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Makassar, tren penularan cukup melandai selama sepekan terakhir.

Misalnya pada (4/8) tercatat 64 kasus dengan angka reproduksi reaktif (Rt) 0,91, kemudian pada (5/8) tercatat 111 kasus dengan Rt 0,9, selanjutnya pada (6/8) tercatat 55 kasus dengan angka Rt 0,94 dan pada (7/8) tercatat 55 kasus dengan angka Rt 0,93.

Sementara pada 8 hingga 10 Agustus 2020 jumlah kasus terlihat fluktuatif yakni 78, 40 dan 55 dimana selama tiga hari berturut-turut masing-masing angka Rt tercatat 1.

“Ini yang harus diwaspadai, kita harus menekan agar jumlah kasus tidak semakin besar setiap harinya. Sehingga kita masih perlu membatasi beberapa aktivitas sosial,” terangya.

BACA:  Ratusan Ilmuwan Dunia Buktikan Covid-19 Bisa Menyebar di Udara

Lanjut Asriadi, di antaranya, aktivitas di tempat hiburan malam, aktivitas pernikahan di gedung atau di hotel dan aktivitas car free day yang berpotensi mengumpulkan orang banyak.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT