Mutasi Corona B117 Cepat Menular, Kemenkes: Vaksinasi Dapat Cegah Penularan

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmizi.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmizi. (Istimewa)

Makassar, SULSELSEHAT.COM — Sejak ditemukannya kasus positif Covid-19 dengan mutasi virus corona dari Inggris atau B.1.1.7, pemerintah mulai melakukan sejumlah upaya.

Salah satunya dengan mendorong pelaksanaan vaksinasi Covid-19 agar semakin massif.

JANGAN LEWATKAN :

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan bukti ilmiah bahwa virus corona B177 lebih tinggi tingkat keganasannya dibanding Covid-19.

Hanya saja dari beberapa penelitian di negara lain menunjukkan varian virus baru ini lebih cepat menular.

“Para peneliti yang mendalami virus B.1.1.7 mengkonfirmasi bahwa efektivitas inokulasi terhadap virus masih ada di level yang bisa diterima sehingga sejauh ini belum mengganggu kinerja vaksin. Vaksin yang sekarang digunakan pemerintah masih efektif untuk mencegah penularan mutasi virus sehingga tidak akan mempengaruhi kekebalan kelompok,” terangnya dalam keterangan resmi, Selasa (09/03/2021).

BACA:  Masuk Zona Hijau Covid-19, Toraja Utara Terapkan Sekolah Tatap Muka

Ia menjelaskan, mutasi terjadi pada bagian tanduk atau spike dari virus yang menyebabkan virus lebih mudah masuk ke sel sasaran sehingga penularannya akan lebih cepat dibanding varian yang lama.

Kecepatan penularan mutasi virus tersebut tidak menyebabkan bertambah parahnya penyakit, namun penelitian terkait varian baru ini terus dilakukan.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu resah, namun harus tetap waspada. Meskipun tingkat keganasan varian baru virus Covid-19 ini belum diketahui, namun dengan kemampuan penularan yang lebih tinggi, olehnya masyarakat kita harapkan untuk menyukseskan program vaksinasi ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, juga mengharapkan kepada masyarakat untuk lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

BACA:  Dampak Fluktuasi Kasus Harian Covid-19 di Sulsel

Sementara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes RI dr. Slamet mengatakan, sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah. Salah satunya memastikan untuk terus memperkuat upaya 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) demi mencegah varian baru corona B117 meluas.

“Temuan ini menunjukkan kemampuan dan kapasitas dari laboratorium Balitbangkes dalam melakukan metode Whole Genome Sequencing (WGS). Mutasi virus corona B.1.1.7 yang terdeteksi pertama di Inggris betul telah terdeteksi di Indonesia, mutasi virus ini lebih menular, orang yang terinfeksi varian ini juga dapat menularkan virus dalam jumlah yang lebih besar,” ujar dr. Slamet.

dr. Slamet juga menjelaskan kegiatan WGS ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan surveilans genom virus SARS-COV-2 yang telah dilakukan sejak virus ini masuk ke Indonesia.

BACA:  8 Dosen Unhas Positif Covid-19, Masuk Kategori OTG

“Data hasil pemeriksaan genom ini diunggah ke repository Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID),” ujar beliau.

dr. Slamet menambahkan bahwa karakter dari varian mutasi B117 ini tidak terbukti lebih parah infeksinya.

“Belum ada hasil penelitian yang mengatakan bahwa varian ini lebih ganas dan menyebabkan sakit yang lebih parah. Virus ini tetap dapat di deteksi dengan swab antigen dan swab PCR,” tutup dr. Slamet.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT