Kasus Baru Covid-19 Sulsel Melandai, Urutan Enam Nasional

Ilustrasi virus corona atau Covid-19.
Ilustrasi virus corona atau Covid-19.

Makassar, SULSELSEHAT — Tren peningkatan kasus baru baru positif virus corona atau Covid-19 di Sulawesi Selatan berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Jumat, 17 Juli 2020 terlihat menurun drastis. Bahkan untuk pertama kalinya berada di bawah 100 kasus.

 

Berdasarkan laporan yang terpantau pada hari sebelumnya jumlah kasus baru tercatat 178 kasus. Sedangkan di hari ini hanya tercatat 83 kasus baru atau secara total 7.713 kasus.

JANGAN LEWATKAN :

Distribusi kasus baru ini pun berdampak pada penurunan posisi penyebaran secara nasional. Jika sebelumnya penyebaran yang dilihat dari kurva kasus baru secara nasional, Sulsel berada di urutan keempat, maka kali ini menurun hingga ke urutan ke-enam.

BACA:  Siapkan Masker Untuk Panitia Penyelenggara Pemilu, KPU Makassar Anggarkan 24 Milyar

Urutan pertama yakni Jawa Timur sebanyak 255 kasus dari sebelumnya 179 kasus. Urutan kedua yakni DKI Jakarta sebanyak 245 kasus dari sebelumnya 312 kasus.

Urutan ketiga Jawa Tengah sebanyak 238 kasus dari sebelumnya 212 kasus dan urutan keempat Kalimantan Selatan sebanyak 101 kasus, selanjutnya Bali di urutan kelima sebanyak 86 kasus.

Kemudian jika dilihat dari total kasus secara nasional. Provinsi Sulawesi Selatan tetap berada diurutan ketiga dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak atau 7.713.

Sementara urutan pertama Jawa Timur sebanyak 17.829 kasus, urutan kedua DKI Jakarta sebanyak 15.889 kasus.

Selanjutnya, urutan keempat Jawa Tengah sebanyak 6.366 kasus, dan urutan kelima yakni Kalimantan Selatan dengan total pasien sebanyak 4.722 kasus.

BACA:  Sakka Pati: Rekomendasi IKA Unhas Berisi Model Pengendalian Covid-19 Secara TSM

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan Prof Syafri Kamsul Arif mengatakan, kurva penyebaran Covid-19 dapat ditekan jika masyarakat memiliki kesadaran penuh dalam melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya.

Olehnya, meski tidak dilakukan pembatasan pergerakan di setiap wilayah termasuk di wilayah zona merah, penyebaran bisa dikendalikan jika penguatan pelaksanaan protokol kesehatan dapat di maksimalkan.

“Kita harapkan protokol kesehatan menjadi trigger yang secara individu bisa disadari oleh masyarakat sebagai pencegahan penularan Covid-19,” katanya kepada Sulselsehat.com, Jumat (17/07/2020).

Hal lainnya yang akan didorong yaitu memperkuat program Trisula berupa massive tracking, intensive testing dan public health education.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT