Sulsel Mulai Bebas Zona Merah, Epidemiolog Harap Masyarakat Tetap Tingkatkan Kewaspadaan

Ilustrasi penyebaran kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan.
Ilustrasi penyebaran kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan.

Makassar, SULSELSEHAT. COM — Sejumlah daerah di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan telah berhasil keluar dari zona merah penularan kasus virus corona atau Covid-19. Pencapaian ini dinilai karena penanganan Covid-19 terus mengalami perbaikan.

Kondisi ini pun semakin dikuatkan dengan laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel yang mencatat angka kasus baru mengalami penurunan.

JANGAN LEWATKAN :

Sementara di sisi lain angka kesembuhan pasien terkonfirmasi juga terus mengalami peningkatan.

Epidemiolog Universitas Hasanuddin Makassar Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, membaiknya kondisi penyebaran Covid-19 di Sulsel tercermin dari semakin membaiknya angka kesembuhan. Dimana dari seluruh total kasus terkonfirmasi yang dilaporkan, jumlah kesembuhan mencapai sekitar 90 persen.

BACA:  Ini Penyebab Tes PCR Positif Meski Pasien Sudah Sembuh dari Covid-19

“Kemudian, angka kasus positif yang semakin menurun hingga 7 persen. Ini tentu memberi kontribusi pada menurunnya angka kematian sebanyak 2,5 persen. Sementara positivity rate Covid-19 di Sulsel dilaporkan sekitar 6 persen,” katanya, Jumat (13/11/2020).

Dengan begitu angka reproduksi efektif (Rt) dalam seminggu terakhir tercatat di bawah 1 atau sekitar 0,5. Di mana tren nasional Covid-19 juga sudah menujukkan titik baliknya dengan kurva yang mulai menurun.

Meski pengendalian Covid-19 semakin membaik, pemerintah maupun masyarakat tidak anak serta harus tetap waspada. Apalagi, laju penularan Covid-19 cenderung fluktuatif.

“Pedoman protokol kesehatan menjadi agenda penting dalam pencegahan penularan virus jenis SARS-Cov2 ini,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulsel ini mengungkapkan, perkembangan penanganan yang semakin terkontrol memungkinkan untuk segera membenahi aktivitas yang sudah lama terpuruk. Dengan catatan, terus menjaga disiplin terhadap penegakan protokol kesehatan.

BACA:  136 Kasus Baru Positif Covid-19 di Sulsel, Turun Peringkat Keempat Nasional

“Beberapa titik rawan yang tetap perlu mendapat perhatian adalah pelaksanaan isolasi mandiri yang masih tinggi di kisaran 25 persen. Dalam pelaksanannya, isolasi mandiri relatif tidak terkontrol dengan baik sehingga peluang terbentuknya klaster keluarga terbuka lebar,” ungkap Prof. Ridwan.

Sulsel sendiri telah menghadirkan program atau tiga upaya pencegahan Covid-19 di antaranya, tracking contact, testing dan edukasi.

Selain itu, diharapkan pula dukungan masyarakat agar pencegahan penularan Covid-19. Utamanya, konsisten menjalanlan protokol kesehatan dengan gerakan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci cuci tangan.

Dari data Dinas Kesehatan Sulsel per tanggal 12 November 2020, akumulasi kasus positif Covid-19 dilaporkan sebanyak 19.060 kasus. Sementara,17.092 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh, dan 472 orang tercatat meninggal dunia.

BACA:  Kado HUT Sulsel ke-351 Tahun, WHO Apresiasi Program Inovasi Wisata Covid-19

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT