Bisa Pengaruhi Ekonomi, Pemprov Sulsel Masih Kaji Pemberlakuan Rapid Test Antigen

Ilustrasi rapid test antigen
Ilustrasi rapid test antigen

Makassar, SULSELSEHAT.COM — Dalam rangka menekan laju penularan virus corona atau Covid-19, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengkaji penerapan penggunaan hasil rapid tes antigen sebagai prasyarat untuk masuk ke wilayah Sulawesi Selatan.

“Itu sekarang lagi kita buat kajiannya,” kata Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Senin (21/12/2020).

JANGAN LEWATKAN :

Hanya saja dirinya belum memastikan penggunaan hasil rapid tes antigen tersebut akan digunakan lantaran saat ini kenaikan angka kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan masih bersumber dari transmisi lokal.

BACA:  Prof Dwia Ikut Tanggapi Kajian BS Center dalam Buku Vaksin Covid-19 & Arah Pemulihan Ekonomi Indonesia

Langkah yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sulsel dalam menekan angka kasus yakni hanya dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan mencari sumber penularan.

“Kenaikan kasus ini lebih di dominasi oleh transmisi lokal, jadi bukan dari luar. Sehingga, yang harus kita lakukan sekarang adalah mencari sumber penularannya,” jelasnya.

Salah satu yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan adalah dengan menambah hotel untuk isolasi terpusat Wisata Covid-19. Karena, saat ini pasien Covid-19 adalah orang tanpa gejala.

Menurutnya, pasien Covid-19 yang ada saat ini di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar 80 persen merupakan orang tanpa gejala. Hal itu dilihat dengan kondisi rumah sakit khusus pasien Covid-19 saat ini masih bisa ditangani.

BACA:  BPOM Dorong Peneliti Hasilkan Produk Herbal untuk Cegah Covid-19

“80 persen kasus Covid-19 di Sulsel itu didominasi OTG. Jadi saya kira kita belum berfikir ke arah itu,” tegas Nurdin.

Nurdin juga menjelaskan, penggunaan hasil rapid tes antigen bagi masyarakat yang ingin masuk ke Sulawesi Selatan bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pihaknya mencoba untuk menangani virus ini tanpa melupakan pertumbuhan ekonomi.

“Kita belum berfikir ke arah itu. Karena tentu kita menangani Covid-19 tanpa melupakan ekonomi kita,” ujarnya.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT