PKK Takalar Gandeng Dinkes Perkuat Sosialisasi Pencegahan Stunting

Suasana Sosialisasi Pencegahan Stunting
Suasana Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Gizi Buruk, di Villa Saung Beba', Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Senin (5/10). (Foto: Istimewa)

Takalar, SULSELSEHAT — Dalam mendukung langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menurunkan angka anak stunting atau tumbuh kerdil.

 

Sejumlah pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan sinergi, termasuk bagi daerah dengan angka stunting yang masih cukup tinggi.

JANGAN LEWATKAN :

Hal inilah yang dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Takalar dengan menggandeng Dinas Kesehatan setempat. Dimana penguatan pemahaman masyarakat terkait stanting menjadi salah satu hal yang difokuskan.

“Sebagian besar masyarakat kita masih banyak yang belum memahami tentang apa yang disebut dengan stunting. Sehingga kami menggangap perlu memassifkan edukasi pencegahan dengan memperkuat sosialisasi,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Takalar Irma Andriani saat membuka Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Gizi Buruk, di Villa Saung Beba’, Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Senin (05/10/2020).

BACA:  Ahli Gizi Ini Yakin Stunting Meningkat Akibat Pandemi Covid-19

Ia menjelaskan, stunting adalah masalah kurang gizi kronis pada anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak.

“Kondisi tersebut ditandai dengan terlihatnya tinggi badan seseorang yang lebih pendek dibanding dengan tinggi badan orang lain pada umumnya,” katanya.

Menurutnya, adapun penyebab utama dari stunting adalah faktor gizi buruk dan faktor penyakit lain. Stunting akan memiliki dampak yang sangat buruk, yaitu selain bentuk tubuh anak yang pendek, perkembangan otak anak juga bakal menurun 30 persen dari anak-anak normal.

“Karena dampak stunting yang begitu besar pada pertumbuhan anak, maka diperlukan penanganan serius dengan memberikan asupan gizi pada ibu hamil dan balita, serta menjaga lingkungan agar tetap terjamin kebersihannya,” tegasnya.

BACA:  Stunting di Gowa Tertinggi ke-4 di Sulsel, Priska: Pola Asuh Anak Harus Diperbaiki

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dr Rahma mengungkapkan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tanda stunting pun akan mulai nampak setelah anak berusia dua tahun.

“Sasaran perbaikan gizi fokus pada ibu hamil dan bayi sampai usia 2 tahun. Stunting akan berakibat secara fisik, mental dan intelektual pada bayi yang dilahirkan. Hambatan perkembangan otak, kecerdasan, kemampuan belajar dan rendahnya produktifitas yang bersifat permanen atau irreversible,”singkatnya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT