Dinkes Takalar Evaluasi Program Gammara’na untuk Tekan Stunting

Suasana Pertemuan Implementasi Program Gammara'na, di Hotel Wisata Pantai Galesong, Kabupaten Takalar
Suasana Pertemuan Implementasi Program Gammara'na, di Hotel Wisata Pantai Galesong, Kabupaten Takalar. (Foto: Istimewa)

Takalar, SULSELSEHAT. COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar terus melakukan percepatan pencegahan dan penurunan stunting dengan rutin melakukan evaluasi Program Gerakan Masyarakat Memberantas Stunting Sulawesi Selatan atau Gammara’na.

Bupati Takalar Syamsari Kitta mengatakan, dalam penanganan stunting di Kabupaten Takalar, seluruh stakeholder terlibat secara penuh. Di mana pemerintah berkolaborasi dengan kecamatan, puskesmas, kepala desa dan lurah.

JANGAN LEWATKAN :

“Stunting bukan hanya menjadi persoalan yang berdiri sendiri tetapi stunting adalah akumulasi dari berbagai persoalan yang muncul. Salah satunya adalah budaya dan cara perilaku hidupnya yang tidak bersih,” katanya saat membuka Pertemuan Implementasi Program Gammara’na, di Hotel Wisata Pantai Galesong, Selasa (10/11/2020).

BACA:  Selama 3 Bulan, Kabupaten Bone dan Enrekang Berhasil Turunkan Prevalensi Stunting

Ia pun meminta, agar para kepala desa maupun camat untuk mengambil peran dalam mengawasi seluruh kebijakan sekolah yang berdampak pada peningkatan angka stunting. Misalnya, kepada sekolah yang menghentikan proses kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Jika di sekolah program PHBS sudah ditiadakan itu sama saja dengan meniadakan program stunting,” tegas Syamsari.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pertemuan tersebut untuk terus mengawal dan menyukseskan Program Gammara’na menuju Takalar Zero Stunting.

Syamsari juga menyampaikan apresiasinya atas pertemuan tersebut. Pasalnya Program Gammara’na ini merupakan inovasi dari Pemerintah Provinsi Sulsel dalam rangka mendorong penurunan stunting di sulawesi Selatan.

BACA:  Cegah Stunting, Kecamatan Pallangga Galakkan Gerakan Tanam 10.000 Pohon Kelor

Dimana sistem implementasi dari Gammara’na ini melalui Pemanfaatan Data e-PPGBM Surveilans Gizi sebagai pemanfaatan data untuk menentukan lokus penanganan stunting di Kabupaten Takalar.

Ia menyebutkan, bahwa angka prevalensi stunting di Kabupaten Takalar setiap tahunnya mengalami penurunan.

Pada 2018 angka prevalensi stunting di Takalar mencapai 42 persen, kemudian pada 2019 prevalensi stunting menurun menjadi 25,2 persen dan pada 2020 sudah berada di 19 persen.

“Ini sudah menjadi komitmen kita bersama agar bagaimana angka stunting makin menurun. Kita targetkan agar di 2021 mendatang angka stunting sudah berada di posisi zero persen sesuai harapan kita semua,” harapnya.

Upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Takalar juga diakui atas dukungan dan pendampingan yang dilakukan Dinas Kesehatan Sulsel yang telah membantu upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Takalar ini.

BACA:  Konsumsi ASI Ekslusif Dapat Mengurangi Risiko Stunting pada Anak

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT