Penanganan Bencana di Luwu Utara Rentan Penyebaran Covid-19

Banjir bandang di Luwu Utara
Banjir bandang di Luwu Utara sebabkan kerusakan rumah warga dan fasilitas Umum, termasuk fasilitas kesehatan. (Foto: Istimewa)

Luwu Utara, SULSELSEHAT — Penanganan pasca banjir bandang di Luwu Utara dinilai sangat rentan menjadi lokasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Hal ini dapat terjadi jika dalam penanganannya tim relawan di lapangan tidak menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

JANGAN LEWATKAN :

Ketua Dewan Pembina Para Relawan Indonesia dr Hisbullah mengatakan, pada kondisi wabah termasuk pandemi Covid-19 ini tidak ada namanya kedaruratan.

Pasalnya, meski dalam suasana bencana Covid-19 akan tetap menular sepanjang orang melakukan kontak dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Lanjutnya, apalagi saat ini sebagian besar relawan yang berada di Luwu Utara berasal dari zona merah penyebaran Covid-19.

BACA:  Covid-19 Maros: Bertambah 6 Kasus Baru, Kasus Positif Capai 251 Orang

Sementara sistem penularan saat ini sudah masuk dalam transmisi lokal sehingga kita tidak bisa membedakan siapa yang positif dan siapa yang negatif.

“Kita bisa saja datang dalam kondisi yang kelihatan sehat, tetapi sesungguhnya kita menjadi pembawa virus tanpa gelaja. Hal-hal inilah yang dikhawatirkan bahwa saat kita datang ke daerah bencana dengan membawa donasi  kemudian mendistribusikan donasi itu  ada potensi penularan Covid-19 disana,” katanya dalam pernyataan video yang diterima Sulselsehat.com, Selasa (21/07/2020).

Olehnya, dirinya sangat berharap, seluruh relawan baik yang berada di posko pengungsian, saat melakukan evakuasi maupun di posko kesehatan agar melaksanakan protokol kesehatan secara ketat karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.

BACA:  Kabar Baik! 2 Pasien Positif Covid-19 Asal Enrekang Dinyatakan Sembuh

Ia menyebutkan, potensi penularan Covid-19 yang sangat rentan terjadi. Antara lain, kerumunan, misalnya pada saat persiapan keberangkatan terjadi pertemuan terlebih dahulu dan tanpa disadari tidak mendisiplinkan jaga jarak.

“Kemudian saat berada dalam mobil, termasuk juga saat berada di tenda relawan maupun pengungsian kita tidak menjaga jarak. Begitupun saat melakukan assessment kita menyaksikan  di pengungsian banyak sekali orang berkerumun dan berbaur disitu,” ujarnya.

Termasuk pula, saat mendistribusikan  donasi, melakukan pemeriksaan dan pengobatan selalu terjadi kontak. Hal inilah yang menjadi potensi  terjadinya  penularan Covid-19.

dr Hisbullah yang juga Penanggung  Jawab RS Darurat Covid-19 Makassar ini menegaskan penerapan protokol kesehatan tidaklah susah untuk dilaksanakan.

Cukup dengan menjaga jarak atau physical distancing, memakai masker dan rajin mencuci tangan.

BACA:  Soppeng Catat 1 Kasus Baru Covid-19, Perbatasan Kini Dijaga Ketat

“Bila kita tidak menerapkan ini di sela-sela tugas kerelawanan kita saya khawatir kita bukan hanya datang menolong tetapi kita bisa menambah masalah baru. Kita harap bahwa saudara kita yang sementara ini tertimpa banjir bandang bisa kita bantu tanpa membuat masalah baru atau tanpa terjadinya  penularan baru antar relawan dan relawan serta antar relawan dan korban di lokasi pengungsian,” tutupnya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT