Kemenkes Salurkan 1.600 APD dan PMT ke Korban Banjir Bandang Lutra

Tim Kemenkes RI
Tim Kemenkes RI saat menyalurkan bantuan ke korban banjir bandang di Luwu Utara. (Foto: Istimewa)

Luwu Utara, SULSELSEHAT — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyalurkan sejumlah alat penanganan kesehatan hingga kebutuhan lainnya bagi korban terdampak banjir bandang di Luwu Utara.

 

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dr. Budi Sylvana mengatakan, sejumlah logistik yang disalurkan antara lain alat pelindung diri (APD) Coverall sebanyak 1.600 pcs, masker bedah 4.000 pcs, handscoon 2.000 pcs, faceshield 100 pcs, dan kacamata google 100 pcs.

JANGAN LEWATKAN :

“Selain itu kami juga menyalurkan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan balita masing-masing 1 ton,” katanya dalam keterangannya saat turun langsung ke lokasi bencana, Sabtu (18/07/2020).

BACA:  Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang Lutra Bertambah Jadi 21 Orang

Menurutnya, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, utamanya yang terdampak bencana. Apalagi korban banjir bandang di Luwu Utara ini adalah tanggung jawab seluruh pihak, utamanya pemerintah.

“Ini sudah menjadi tanggung jawab kita dalam hal memenuhi pelayanan kesehatan mereka. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kemenkes RI bersama Dinas Kesehatan Luwu Utara juga telah mendirikan pos kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, mendirikan Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu atau Public Safety Center (PSC) 119, dan mengirimkan Tim Rapid Health Assessment untuk memberikan trauma healing kepada korban.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan 4 unit alat penjernih air yang langsung di berikan ke tempat pengungsi, pemberian kantong sampah, serta pemeriksaan kondisi sanitasi dibeberapa titik penampungan pengungsi.

BACA:  Tidak Ada Lagi Istilah OPD, PDP, OTG, dan Positif Covid-19 dalam Aturan Baru Kemenkes

“Saat ini banyak warga mengungsi di masjid, gedung pemuda, kantor DPRD, dan kantor bupati. Akibat jalan lintas provinsi tertimbun, sementara untuk listrik dan jaringan telepon sebagian sudah pulih,” kata dr. Budi.

Sekadar diketahui banjir bandang yang menghantam Luwu Utara pada Senin, 13 Juli 2020 lalu disebabkan meluapnya aliran Sungai Masamba, Rongkang dan Radda.

Akibatnya telah menelan korban 36 orang meninggal dunia, sekitar 19 orang luka ringan, 69 orang hilang, dan 2.949 orang mengungsi.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT