FT Unhas Gandeng FKG Hadirkan E-Magic, Penghisap Aerosol Covid-19 dari Mulut

FT bersama FKG Unhas menghasilkan teknologi kesehatan
FT bersama FKG Unhas menghasilkan teknologi kesehatan berupa Extraoral Mobile Aerosol Guide Channel atau E-Magic versi UH1. (FOTO: Chaerani)

Makassar, SULSELSEHAT — Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin kembali membuat inovasi teknologi di tengah-tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

 

Bersama Fakultas Kedokteran Gigi, FT Unhas menghasilkan teknologi kesehatan berupa Extraoral Mobile Aerosol Guide Channel atau E-Magic versi UH1.

JANGAN LEWATKAN :

Ketua Tim E-Magic Unhas Muh Ansar mengatakan, E-Magic merupakan aplikasi yang diperuntukkan untuk tindakan pemeriksaan gigi.

Di mana, saat dilakukan penindakan alat ini digunakan untuk mengisap aerosol dan membunuh bakteri dan virus, dan saat keluar aerosol pun berubah menjadi udara bersih.

“Aerosol ini kan mengandung bakteri dan kuman. Apalagi pada pandemi Covid-19 saat ini potensi penularan melalui aerosol sangat memungkinkan terjadi,” katanya saat dikonfirmasi Sulselsehat.com, Kamis (16/07/2020).

BACA:  Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Siap Divaksin Covid-19

Ansar menjelaskan, ide pembuatan E-Magic tersebut berawal saat pihaknya melakukan pertemuan dengan civitas akademika FKG dan Fakultas Kedokteran Unhas.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas tentang beberapa kendala yang dihadapi di masa pandemi Covid-19 ini, salah satunya banyaknya praktek gigi yang terpaksa tutup untuk menghindari terjadinya penularan virus melalui aerosol.

Pasalnya, ketika dokter gigi merawat pasien di klinik ataupun di rumah sakit, potensi munculnya aerosol dari pasien yang mengandung bakteri dan virus sangat besar.

Apalagi saat pandemi seperti ini ancaman keselamatan dokter gigi ketika merawat pasien menjadi lebih besar.

“Potensi ini sangat besar dibawah oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bisa saja membawa virus Covid-19. Dari pembahasan inilah kemudian kami mengambil inisiatif untuk membuat alat pengisap aerosol pada tindakan gigi,” ujarnya.

BACA:  Kabar Baik! UGD RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar Kini Sudah Buka Kembali

E-Magic ini pun mulai dirancang sejak Maret, dan pada Mei lalu baru bisa dikerjakan. Proses pengerjaan pun tidak memakan waktu yang lama, hanya sekitar sepekan hingga dua pekan.

“Pengerjaannya kita kerja secara bertahap karena memang ada komponen alatnya yang didatangkan dari luar negeri. Ada 60 persen komponen yang ada pada alat ini dari luar, sisanya kita dari sini,” ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya pun merancang dua E-Magic yang digunakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unhas, dan untuk alat uji coba (publikasi).

Kedepan, pihaknya berencana akan memasarkan alat tersebut ke sejumlah klinik gigi atau rumah sakit.

“Memang sudah banyak pemesanan apalagi untuk klinik tapi masih dibuatkan uji resminya dulu. Untuk harganya akan kita jual mulai Rp8,5 hingga Rp10 juta sesuai dengan komponen alat tersebut,” ujarnya.

BACA:  2 Tambahan Kasus Baru Covid-19 di Bantaeng, Total 55 Kasus Positif

Berikut sistem kerja Extraoral Mobile Aerosol Guide Channel atau E-Magic versi UH1.

1.Teknologi ini memiliki sistem penghisap yang mampu menangkap Bio-aerosol.

2. Saat Bio-aerosol dihisap melalui lengan E-Magic, Bio-aerosol kemudian masuk kedalam ruangan yang dilengkapi dengan sinar UV-C untuk membunuh kuman dan virus dalam mulut pasien. Termasuk potensi virus Covid-19.

3. Setelah itu disalurkan ke ruang yang mana terdapat Perforated Metal Filter untuk memastikan bahwa tidak ada metal yang ikut dan HEPA E-12 penyaring udara bertekanan tinggi agar dipastikan partikel dari Bio-aerosol dapat ditangkap.

4. Pada pembuangannya yang menggunakan HEPA E-12 dapat dipastikan tidak ada partikel yang keluar dari E-Magic.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT