Tempat Kerja dan Pabrik Dinilai Jadi Sentra Penyebaran Covid-19

Penerapan protokol kesehatan di tempat kerja.
Penerapan protokol kesehatan di tempat kerja. (Foto: tastic.com)

Makassar, SULSELSEHAT — Tempat kerja maupun industri seperti pabrik merupakan lokasi yang dinilai sangat rentan terjadinya penyebaran virus corona atau Covid-19.

 

Hal ini disebabkan karena aktivitas di wilayah tersebut kurang mematuhi protokol kesehatan. Kondisi ini pula yang dinilai menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 setiap harinya.

JANGAN LEWATKAN :

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengungkapkan, gambaran penambahan kasus positif Covid-19 secara nasional adalah gambaran dari aktivitas produktif yang semakin tinggi. Sementara masih banyak masyarakat dalam aktivitasnya belum mematuhi protokol kesehatan.

BACA:  Update Covid-19 Soppeng: 2 Orang Positif dan 4 Orang Sembuh, Total 84 Kasus

“Saat ini masih banyak tempat kerja. Seperti kantor, industri atau pabrik yang masih lalai menerapkan protokol kesehatan. Sehingga kami memohon agar untuk betul-betul bisa menciptakan suasana kerja yang aman dari Covid-19,” katanya dalam keterangan resminya yang diterima Sulselsehat.com, Selasa (21/07/2020).

Apalagi saat ini, protokol kesehatan di tempat kerja sudah dipaparkan sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri Dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Kebijakan ini juga dipertegas dalam Surat Edaran (SE) Menaker No.M/7/AS.02.02/V/2020 tentang Rencana Keberlangsungan Usaha Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 dan Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 di Perusahaan.

BACA:  415 Tenaga Kesehatan di RS Unhas Terima Insentif Covid-19

“Dalam aturan tersebut telah dijabarkan secara detail bagaimana menerapkan protokol kesehatan di tempat kerha maupun perusahaan. Seperti menjaga jarak, menggunakan masker dengan baik dan benar, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun,” ujar dr Achmad yang juga Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI ini.

Sulsel Peringkat Keempat Penyebaran Covid-19

dr Yurianto menyebutkan, penyebaran kasus positif Covid-19 pada Senin, (20/07) kemarin penambahan spesimen yang diperiksa sebanyak 14.027 sehingga total spesimen yang diperiksa sebanyak 1.235.545 spesimen.

Hasilnya, pasien konfirmasi positif sebanyak 1.693 atau secara total 88.214 orang.

Kemudian pada sebaran kasus terbanyak, pada peringkat pertama DKI Jakarta dengan 361 kasus baru, peringkat kedua Jawa Tengah dengan 354 kasus baru, peringkat ketiga Jawa Timur dengan 237 kasus baru, dan Sulawesi Selatan dengan 125 kasus baru 278.

BACA:  Begini Strategi Pemerintah Untuk Mengembangkan Vaksin Covid-19

“Ada 6 provinsi yang melaporkan kasus di bawah 10 dan ada 7 provinsi yang tidak ada penambahan kasus, antara lain Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Lampung,” katanya.

Selanjutnya, untuk penambahan pasien sembuh tercatat bertambah sebanyak 1.578 atau secara total 46.997 orang. Terdapat 98 orang meninggal atau secara total 4.239 orang.

Adapun kasus suspek terdata 36.389 orang dan sudah mencapai 467 kabupaten/kota terdampak Covid-19 di 34 provinsi.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT