Kemenkes RI: Semua Panitia Pilkada Harus Bebas Covid-19!

Pilkada Covid
Ilustrasi Penyelenggaraan Pilkada di Masa Pandemi Covid-19.

Makassar, SULSELSEHAT — Proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) akan tetap berlangsung di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Hanya saja dalam pelaksanaannya akan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dengan tujuan tidak menjadi klaster baru penularan.

JANGAN LEWATKAN :

Hal ini pun ditindaklanjuti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melalui perjanjian kerjasama.

Salah satu kerjasama yang disepakati yakni pemeriksaan kesehatan bagi panitia pilkada.

Sekretaris Jenderal Kemenkes RI drg. Oscar Primadi mengatakan, seluruh panitia pilkada harus bebas Covid-19, sehingga terlebih dahulu mereka harus menjalani pemeriksaan kesehatan.

BACA:  Hari Ini, 88 Kasus Baru Covid-19 di Sulsel, 74 Orang Tercatat Sembuh

Mulai dari panitia pegawas kecamatan, panitia pengawas kelurahan/desa, dan pengawas tempat pemungutan suara.

“Ini berlaku untuk seluruh pemilihan kepala daerah baik gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota,” katanya dalam pernyataan resminya yang diterima Sulselsehat.com, Kamis (23/07/2020).

Oscar mengatakan pelaksanaan pilkada harus disiapkan dengan baik karena pilkada kali ini diselenggarakan di masa pandemi Covid-19. Protokol kesehatan pun harus diterapkan ke dalam seluruh proses pilkada.

“Pelaksanaan pilkada, petugas harus memiliki stamina yang baik dalam penyelengaraan ini. Kemenkes siap mendukung dan bekerjasama dengan Bawaslu,” katanya.

KPU Gowa

Terpisah, Ketua KPU Kabupaten Gowa Muhtar Muis mengatakan, pelaksanaan pilkada di Kabupaten Gowa akan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

BACA:  Tegas, Warga Tallo Makassar yang Tidak Menggunakan Masker Langsung Diarahkan Rapid Test

Olehnya, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Tim Gugus Tugas Kabupaten untuk mendukung hal tersebut.

“Kita telah komitmen agar seluruh panitia yang terlibat saat ini memiliki kondisi tubuh yang sehat. Rencananya kita akan lakukan rapid test kepada semua petugas,” katanya.

Lanjutnya, langkah ini dilakukan sebagai garansi dan jaminan kami kepada masyarakat bahwa seluruh penyelenggara pilkada yang bekerja di lapangan, khususnya yang bersentuhan dengan masyarakat bebas dari penularan Covid-19.

Sekadar diketahui, pilkada 2020 ini akan dilaksanakan serentak di 270 daerah dengan total jumlah TPS 317.000.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT