Kemenkes RI dan Korea Bahas Peluang Kerjasama untuk Pengembangan Industri Farmasi dan Alkes

Ilustrasi industri farmasi
Ilustrasi industri farmasi. (Foto: berempat.com)

Makassar, SULSELSEHAT — Dalam meningkatkan perkembangan industri farmasi dan pengembangan alat kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperpanjang kerjasama dengan Kemenkes Korea dalam mendorong hal ini.

Perpanjangan kerjasama ini dilaksanakan melalui Joint Working Group (JWG) on Health Cooperation RI dan Korea ke-2 secara virtual.

Dalam pertemuan ini dihadiri Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI Engko Sosialine Magdalene dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Global, Ms. Eulki Lim.

“Tujuan JWG adalah membahas perkembangan dan mengevaluasi implementasi kerja sama konkret antara Indonesia dan Korea. JWG diarahkan pada prioritas ekonomi, melibatkan kegiatan bisnis dari sektor industri kesehatan yang memerlukan fasilitasi antara Pemerintah RI dan Pemerintah Korea,” kata Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Engko Sosialine Magdalene dalam pernyataannya yang diterima Sulselsehat.com, Senin (10/8/2020).

Tindaklanjut kerjasama ini untuk menunjukkan semangat antara Indonesia dan Korea dalam mendukung pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan. Khususnya pada penanganan Covid-19.

Sementara, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Global Eulki Lim menyampaikan apresiasinya atas inisiasi yang dilakukan Indonesia melaksanakan JWG on Health Cooperation RI-Korea ini.

“Ini adalah aksi nyata yang telah dilakukan, apalagi di tengah-tengah pandemi Covid-19. Kita pun sangat mendukung kolaborasi ini, termasuk dalam penanganan Covid-19,” tegasnya.

Adapun poin-poin penting yang berhasil dicapai pada kerjasama dan pertemuan tersebut, antara lain:

1. Korea menyambut baik perpanjangan MoU Kesehatan hingga 9 November 2022

2. Review progres 2 proyek Plan Of Action (PoA) periode 2018-2020:

a. Kerja sama plasma darah: PT Bio Farma dan SK Plasma telah menandatangani MoU plasma darah pada April 2019, kedua pihak sepakat untuk percepatan implementasi Indonesia mampu mandiri memproduksi plasma darah.

b. Kerja sama kantong darah: PT Oneject, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Taechang Industry sepakat untuk percepatan penandatangan perjanjian pendirian pabrik di Sentul Indonesia tahun ini.

3. Inisiatif kegiatan baru pada PoA periode 2020-2023:

a. Kerja sama laboratorium uji alat kesehatan: KTL menyampaikan peluang mengikuti proyek pengembangan laboratorium uji alat kesehatan pada Official Development Program (ODA) 2021

b. Joint research uji klinis terapi stem cell pada Covid-19: Balitbangkes dan Daewoong sepakat mendukung uji klinis terapi stem cell pasien Covid-19, mendapat persetujuan uji klinis Komite Etik Juli 2020.

c. Uji klinis vaksin COVID-19 fase II: proposal kerja sama joint venture PT Kalbe Farma dan Genexine untuk uji klinis vaksin COVID-19 fase II multinasional akan dimulai Oktober 2020.

d. Pusat Pelatihan Alat Kesehatan: Asosiasi Industri Alkes Korea mendonasikan 2 tipe alat fisioterapi buatan Korea kepada Universitas Indonesia pada Maret 2020, untuk percepatan dibangunnya Pusat Pelatihan Alkes.

e. Sistem telemedicine ICBM di Indonesia: pada Maret-November 2020, Pusan National University Hospital Consortium telah bekerjasama dengan 4 rumah sakit di Jakarta, untuk pengembangan proyek digital health di Indonesia.

4. Inisiatif kegiatan baru pada PoA periode 2020-2023 akan ditandatangani pada JWG RI-Korea ke-3, awal tahun 2021.

5. Kursus singkat online Medical Korea Academy bagi praktisi Kesehatan Indonesia akan dimulai Desember 2020 mendatang.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT