Hadapi Covid-19, Kemenkes Anggarkan Rp 1 Triliun untuk Dokter PPDS

Ilustrasi dokter spesialis.
Ilustrasi dokter spesialis.

Makassar, SULSELSEHAT — Sebagai bentuk penghargaan kepada peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang masih berjuang di garda terdepan dalam penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan insentif.

Dalam pemberian insentif ini, Kemenkes menganggarkan sekitar Rp 1 triliun untuk diberikan kepada PPDS di seluruh Indonesia.

JANGAN LEWATKAN :

Menteri Kesehatan RI dr Terawan Agus Putranto mengatakan, pemberian insentif kepada seluruh PPDS di seluruh Indonesia ini telah dianggarkan pemerintah dengan periode pencairan anggaran untuk Maret hingga Agustus 2020 sebesar Rp 1 triliun.

“Selain bentuk apresiasi Bapak Presiden Jokowi kepada para PPDS yang ikut membantu dalam penanganan Covid-19. Juga untuk membantu pendapatan mereka dari segi ekonomi,” katanya di sela-sela memberikan insentif kepada 2.000 peserta PPDS di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Kamis (10/9/2020).

BACA:  Pemprov Sulsel dan Iran akan Jalin Kerjasama Tangani Covid-19

Menurut dr Terawan, jika program tersebut berjalan baik sesuai dengan prosedur yang ada. Maka diharapkan program tersebut dapat berlanjut.

“Jika berhasil dan baik, bisa saja terus berlanjut dan para PPDS akan menerima insentif hingga Desember 2020,” katanya.

Ia menyebutkan, insentif yang diterima sebesar Rp12,5 juta per bulan. Dana ini dicairkan per enam bulan dengan total Rp75 juta per mahasiswa.

“Hingga saat ini sekitar 150 peserta PPDS telah menerima pencairan dana sebesar Rp75 juta,” ujarnya.

Pemberian insentif ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat terutama para tenaga kesehatan seperti PPDS.

PPDS Bersyukur

Salah satu peserta PPDS dr. Nizma Permaisuari mengaku bersyukur dengan insentif yang diterima. Nizma merupakan peserta PPDS yang sedang mengambil studi dokter spesialis untuk Program Studi Mata.

BACA:  Viral Unair Temukan Obat Covid-19, Peneliti Farmasi Unhas: Belum Ada Obat Paten Untuk Virus Corona!

“Saya dari Prodi Mata bersyukur dikasih penghargaan dari Kemenkes. Semua residen kebetulan dari FKUI mendapat rezeki ini. Jadi perjuangan yang kami rasakan saat terjun langsung merasa sangat dihargai. Jadi terima kasih buat semua yang terlibat dan ikut membantu program ini,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan dr Teza Yanuarta, PPDS yang mengambil studi spesilisasi Onkologi Radiasi mengaku dana insentif yang diterima dari pemerintah sangat berguna.

Bahkan ia berencana menyisihkan sebagian uang yang diterimanya untuk membantu pasien Covid-19 dari kalangan tidak mampu.

“Semoga berkah selain bisa buat saya, juga buat keluarga. Selain itu juga membantu yang kekurangan,” katanya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT