Daun Sukun, Pangan Fungsional Alami yang Berpotensi Mencegah Diabetes

  • Whatsapp
Daun Sukun

Oleh: Dian A. Maengkom, S.Tr.Gz.

SELAMA ini, pohon sukun (Artocarpus altilis) akrab di kehidupan masyarakat karena buahnya yang kerap diolah menjadi camilan seperti sukun goreng atau kolak.

Namun, ada bagian lain dari tanaman ini yang justru sering terabaikan dan dianggap sampah padahal menyimpan manfaat besar—daun sukun.

Beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap pangan fungsional semakin meningkat. Makanan jenis ini bukan hanya memberikan nutrisi dasar, tetapi juga menawarkan manfaat tambahan bagi kesehatan.

Tren tersebut membuat daun sukun kembali dilirik, bukan semata sebagai warisan pengobatan tradisional, melainkan karena sejumlah penelitian nasional dan internasional mulai mengungkap potensi ilmiahnya dalam membantu mengontrol gula darah pada penderita diabetes.

Kandungan Antioksidan Tinggi

Daun sukun ternyata bukan daun biasa. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa daun ini mengandung senyawa antioksidan kuat, terutama flavonoid dan fenolik, yang berfungsi melindungi sel dari kerusakan serta menekan peradangan.

Selain itu, daun sukun kaya serat, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas kadar gula darah sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes maupun mereka yang ingin mencegahnya.

Produk berbahan daun sukun, baik berupa teh maupun olahan makanan seperti kue, dapat menjadi pilihan tambahan untuk mendukung pengelolaan gula darah.

Efek hipoglikemik daun ini membantu meningkatkan efektivitas kerja insulin sekaligus memperlambat penyerapan gula di usus.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, daun yang dipilih sebaiknya daun sukun tua—biasanya berwarna kuning kecokelatan—yang masih menempel di pohon atau baru jatuh namun tetap bersih.

Daun yang sudah tua mengandung senyawa fenolik dalam konsentrasi yang lebih matang.

Cara Membuat Teh Daun Sukun

Salah satu cara praktis mengambil manfaat daun sukun adalah dengan mengolahnya menjadi teh. Prosesnya cukup sederhana:

  • Ambil daun sukun tua yang berwarna kekuningan.
  • Cuci bersih dan potong menjadi beberapa bagian.
  • Jemur atau keringkan.
  • Rebus segenggam daun kering hingga air mendidih dan volumenya berkurang setengah.
  • Hasil rebusan akan berwarna merah kecokelatan menyerupai teh pekat.

Meski berasal dari bahan alami, konsumsi rebusan daun sukun tetap harus bijaksana. Satu gelas sehari sudah cukup sebagai dukungan kesehatan.

Khusus bagi yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau obat terkait fungsi ginjal, dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan untuk menghindari interaksi obat.

Selain teh, daun sukun juga dapat dijadikan campuran camilan sehat seperti pancake rendah gula khusus bagi penyandang diabetes.

Manfaat Lingkungan dan Kesehatan

Daun sukun adalah contoh sederhana bagaimana alam menyediakan solusi kesehatan di sekitar kita.

Dengan memanfaatkan daun yang sering terbuang ini, kita bukan hanya membantu mengurangi limbah organik, tetapi juga memperoleh sumber antioksidan alami yang murah dan mudah diperoleh.

Jadi, ketika melihat daun sukun berjatuhan, jangan langsung menganggapnya sebagai sampah. Bisa jadi, itu adalah bahan alami yang justru dibutuhkan tubuh Anda. (*)

Tentang Penulis
Dian A. Maengkom, S.Tr.Gz., Dietisien, lulusan Sarjana Terapan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dan profesi Dietisien Poltekkes Kemenkes Makassar. Sebelum melanjutkan studi S2 Ilmu Gizi di Universitas Hasanuddin, ia berpraktik sebagai Dietisien di rumah sakit dan puskesmas sejak 2019.

Ketertarikannya pada penyakit degeneratif terlihat dari perjalanan risetnya, mulai dari studi tentang hipertensi pada 2018 hingga penelitian paling mutakhir di tahun 2025 mengenai analisis gizi dan kandungan flavonoid pada produk pangan fungsional berbahan ubi ungu dan daun sukun untuk manajemen diet Diabetes Melitus.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT