Mantap! Inovasi SAT SET’MA RSUD Haji Makassar Permudah Pasien Stunting Dapatkan Dokumen Kependudukan

  • Whatsapp
SAT SET’MA RSUD Haji Makassar Sukses Terbitkan Dokumen Kependudukan Pasien Stunting Kurang dari 2x24 Jam
Direktur UPT RSUD Haji Makassar, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes bersama tim Inovasi SAT SET MA (Foto: IST)

MAKASSAR — Inovasi Sadar Tolak Stunting Terpadu di Mamminasata (SAT SET’MA) kembali membuktikan perannya dalam mempercepat penanganan kasus stunting di Sulawesi Selatan.

Program unggulan UPT RSUD Haji Makassar ini sukses membantu seorang pasien stunting berinisial MAH memperoleh dokumen kependudukan lengkap—mulai dari Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, hingga Kartu JKN—hanya dalam waktu kurang dari dua hari.

JANGAN LEWATKAN :

Dengan kepemilikan dokumen resmi tersebut, MAH kini dapat mengakses layanan kesehatan lebih mudah, tanpa terhalang syarat administratif yang selama ini kerap menjadi kendala utama bagi keluarga pasien stunting.

Direktur UPT RSUD Haji Makassar, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes., menegaskan bahwa stunting tidak bisa dipandang semata-mata sebagai isu medis.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga terkait dengan akses pelayanan dasar. Melalui SAT SET’MA, kami memastikan pasien memperoleh hak administrasi kependudukan agar penanganan medis bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Ketua Tim Inovator SAT SET’MA, drg. Burhanuddin, M.Kes., menambahkan keberhasilan ini lahir dari kerja sama lintas sektor.

“Penerbitan dokumen kependudukan ini terwujud berkat kolaborasi berbagai pihak. Harapannya, sinergi ini dapat terus berlanjut untuk membantu pasien stunting lainnya,” katanya.

Program SAT SET’MA sendiri dirancang sebagai inovasi layanan terpadu yang tidak hanya menyentuh aspek medis, tetapi juga administratif.

Dukungan lintas program dan lintas sektor menjadi kunci untuk menekan angka stunting yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar di Sulawesi Selatan.

Pemerintah Provinsi Sulsel telah menunjuk RSUD Haji Makassar sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan stunting.

Kehadiran SAT SET’MA diharapkan dapat menjadi model inovasi kesehatan yang replikatif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung perhatian serius Pemprov Sulsel dalam menekan prevalensi stunting di wilayah ini. (*)

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT