Unhas Perketat Akses Keluar Masuk, Pintu 0 dan Pintu 2 Bakal Ditutup Permanen

Petugas Kampus Unhas
Petugas keamanan kampus Unhas Makassar melakukan pemeriksaaan ketat terhadap pengendara yang ingin masuk ke kampus.

Makassar, SULSELSEHAT — Universitas Hasanuddin memberlakukan kebijakan baru untuk akses masuk dan keluar wilayah kampus, baik di lingkungan Kampus Unhas Tamalanrea maupun Kampus Fakultas Teknik Unhas di Gowa.

Kebijakan ini merupakan bagian dari rangkaian untuk menciptakan iklim dan suasana kampus yang lebih teratur dan ramah lingkungan.

JANGAN LEWATKAN :

Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, Ph.D, menjelaskan bahwa sebenarnya Unhas sudah lama bermaksud melakukan pengaturan akses masuk keluar kampus.

Namun keinginan tersebut dibatasi oleh berbagai pertimbangan, misalnya kesiapan transportasi publik dalam kampus, dan akses bagi masyarakat.

BACA:  Desa Lampoko Wakili Bone Jadi Kampung Tangguh Nusantara Penanganan Covid-19

“Kebetulan kita mendapatkan momentum, dimana situasi pandemi berdampak pada pengaturan akses keluar masuk kampus. Pada jangka pendek, kebijakan ini berkaitan dengan upaya membatasi sebaran Covid-19. Namun pada jangka panjang, hal ini untuk meningkatkan dan mempertahankan suasana kampus yang lebih nyaman,” ujarnya, Rabu (15/07/2020).

Tujuan pengaturan akses ini dimaksudkan untuk membatasi jumlah kendaraan yang beroperasi di dalam wilayah kampus Unhas.

Hal ini dapat mengefektifkan pemanfaatan lahan parkir, memaksimalkan pengelolaan parkir, serta mengurangi polusi akibat asap kendaraan bermotor.

Secara garis besar, beberapa hal yang akan diatur berkaitan dengan akses keluar masuk kampus wilayah kampus adalah sebagai berikut:

1. Akses masuk kampus Unhas menerapkan sistem satu pintu masuk dan keluar. Untuk kampus Unhas Tamalanrea, akses masuk hanya melalui Pintu 1. Sementara Pintu 0 (jalur samping kampus) Pintu 2 (jalur Rumah Sakit) akan ditutup permanen.

BACA:  Catatan Ringan Pengelolaan Covid-19

2. Kendaraan yang masuk wilayah Kampus Unhas diprioritaskan untuk kendaraan sivitas akademika, yaitu kendaraan yang memiliki stiker berhologram. Stiker ini dapat diperoleh pada unit kerja masing-masing, dimana setiap orang hanya boleh memiliki satu stiker.

3. Pengunjung / tamu yang menggunakan kendaraan akan diberikan Entry Pass di Pintu 1 (pintu masuk), dengan sebelumnya menitipkan kartu identitas diri. Entry Pass ini dapat diambil kembali setelah keluar dari wilayah kampus;

4. Stiker berhologram untuk mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi akan dibagikan pada saat masa kuliah dimulai, dengan pengaturan sesuai kebutuhan.

5. Transportasi online, jasa pengantaran (termasuk ekspedisi dan kurir) akan diterapkan kebijakan yang sama sebagai pengunjung / tamu.

BACA:  10 Rumah Sakit di Sulsel Dapat Bantuan Ribuan APD dari Media Group

6. Kebijakan pengaturan masuk wilayah kampus ini diterapkan selama masa pandemi dan seterusnya, yang akan diintegrasikan dengan penggunaan transportasi publik/bus keliling kampus.

Suharman menegaskan bahwa kebijakan penggunaan stiker berhologram maupun Entry Pass akan diawasi secara ketat oleh satuan pengamanan.

Masyarakat maupun civitas akademika Unhas diharapkan dapat menjalankan mekanisme ini sebagai upaya bersama untuk memastikan kampus menjadi kawasan ramah lingkungan dan kondusif.

“Perlu kami tegaskan bahwa stiker berhologram yang dibagikan ini agar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak dapat berakibat pada pencabutan atau pembatalan stiker,” pungkasnya.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT