Tembus 8.000, Hari Ini Kasus Baru Positif Covid-19 di Sulsel 158 Kasus

Pandemi COVID-19

Makassar, SULSELSEHAT — Peningkatan kasus virus corona atau Covid-19 di Sulawesi Selatan kembali mencatat sejarah.

 

Dengan bertambahnya 158 kasus baru berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI pada Minggu, 19 Juli 2020 penyebaran masyarakat terpapar Covid-19 tembus 8.039.

JANGAN LEWATKAN :

Dengan jumlah tersebut mempertahankan Sulsel di urutan ketiga dengan kasus terkonfirmasi positif terbanyak di Indonesia.

Untuk urutan pertama yakni DKI Jakarta sebanyak 313 kasus baru atau 16.538 kasus, urutan kedua Jawa Tengah sebanyak 300 kasus baru atau 6.932 total kasus, dan urutan ketiga Jawa Timur sebanyak 275 kasus atau 18.308 total kasus.

BACA:  Sudah 48 Dokter Meninggal Dunia Akibat Positif Covid-19, PB IDI: Skrining Perlu Diperketat

Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, tingginya jumlah terpapar Covid-19 dipengaruhi dengan masifnya pemeriksaan spesimen melalui polymerase chain reaction (PCR).

“Sulsel sekarang ini telah dilakukan pemeriksaan PCR sudah hampir mencapai kurang lebih 55 ribu spesimen. Jumlah tersebut masih belum memenuhi target sebanyak 80 ribu tes pemeriksaan PCR,” katanya kepada Sulselsehat.com, Minggu (19/07/2020).

Dengan mengacu pada standar 3.500 per satu juta penduduk di Sulsel, atau sedapat mungkin mencapai target satu persen dari jumlah populasi.

Olehnya, diharapkan target pemeriksaan PCR ini bisa diraih dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Sebenarnya kan kita menggenjot di Sulsel untuk mendapatkan satu persen dari jumlah populasinya itu kita membutuhkan kurang lebih 80 ribu pemeriksaan PCR. Target kami kan baru sampai mendekati 60 persen,” ungkapnya.

BACA:  Apresiasi Nakes, Aliyah Mustika Ilham Bagikan 1.600 Paket Makanan Tambahan di Gowa

Kedepan, jika menginginkan pandemi ini selesai cepat, maka perlu dilakukan testing untuk memastikan warga bukan penyebar Covid-19 atau tertular Covid-19. Karena sesungguhnya penularan Covid-19 diawali dengan testing, dan berakhir dengan testing.

“Dengan Kota Makassar telah keluarnya Perwali tentang protokol kesehatan sebenarnya jadi pemicu kabupaten/kota lain untuk segera mengeluarkan perdanya. Dengan catatan, ada sinkronisasi antar wilayah. Karena itu harus jadi payungnya pada level provinsi,” akunya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT