Sulsel Terget Perhari Lakukan Pemeriksaan 5.000 Spesimen Covid-19

Makassar, SULSELSEHAT — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menambah kapasitas pemeriksaan spesimen atau Polymerase Chain Reaction (PCR) virus corona atau Covid-19. Bahkan ditargetkan akan melakukan pemeriksaan 5.000 spesimen setiap harinya.

Hal ini dilakukan untuk mempercepat ditemukannya orang-orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

JANGAN LEWATKAN :

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan, salah satu strategi yang akan dilakukan dalam mempercepat penanganan Covid-19 yakni dengan menambah jumlah pemeriksaan atau testing pada laboratorium yang ada.

“Apa yg harus kita lakukan hari ini bukan lagi laboratorium yang kita tambah, tapi kapasitas testingnya. Walaupun laboratoriumnya sedikit tapi kapasitas sampel yang diperiksa banyak maka ini sangat membantu,” katanya usai menghadiri pertemuan dengan Tim Pakar Komunikasi Satgas Covid-19 dari BNPB di Swiss-Bellin Makassar, Senin (27/07/2020).

BACA:  Breaking News: UGD Rumah Sakit Unhas Tutup!

Pertemuan ini juga dihadiri Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Andani Eka Putra.

Ia mengungkapkan, pertemuan tersebut sebagai wadah berbagi informasi dan pengalaman dalam menangani Covid-19. Salah satunya yang dilakukan Pemerintah Sumatera Barat dalam mendeteksi tingkat penularan dengan melakukan pemeriksaan PCR dengan jumlah yang banyak.

“Apa yang dilakukan Sumbar bukan strategi baru bagi Sulsel. Karena ternyata yang dilakukan sama dengan yang kita lakukan, yaitu tracking, testing dan eduksi. Bedanya, adalah pemeriksaan spesimen, mereka satu laboratorium itu kapasitasnya bisa lebih besar, satu laboratorium bisa sampai 1.000 dan 2.000. Sehingga awalnya dia naiknya tajam tapi langsung jatuh karena boleh dikata setiap hari menemukan orang yang terkonfirmasi positif,” ujarnya.

BACA:  Pemprov Sulsel Usulkan Penambahan RS untuk Lokasi Vaksinasi Covid-19

Belum lagi, Sumbar dapat melakukan pemeriksaan hingga 5.000 spesimen setiap harinya, sementara Sulsel masih pada angka 2.000 padahal, jika dilihat dari jumlah penduduk Sulsel jauh lebih besar.

“Makanya, saya minta dibantu bagaimana testing masif ini kita tingkatkan kapasitasnya juga. Maksimal kita bisa manfaatkan semua laboratorium yang ada agar bisa melakukan testing 5.000 spesimen setiap harinya,” terang Nurdin Abdullah.

Ia pun berharap, agar tujuh laboratorium di Sulsel, bisa melakukan pemeriksaan satu spesimen dalam 45 menit, sehingga bisa melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 5.000 per hari.

Adapun tujuh laboratorium untuk pemeriksaan PCR yakni Balai Besar Veteriner di Maros, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Makassar, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Makassar, dan Laboratorium Kesehatan Kabupaten Soppeng, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK), Rumah Sakit Unhas dan RSUP Wahidin Sudirohusodo.

BACA:  Kadinkes Sulsel Tegaskan Vaksin Covid-19 untuk Nakes Bukan Uji Coba

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT