JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengeluarkan peringatan keras terkait meningkatnya masalah kesehatan mental di Indonesia, terutama di kalangan anak dan remaja.
Temuan dari pemeriksaan kesehatan gratis yang digalakkan pemerintah menunjukkan semakin banyak warga memiliki indikasi gangguan mental.
Dalam Dialog Multistakeholder Towards a Smart Governance di Gedung Kemenko PMK, Rabu (26/11), Pratikno menegaskan bahwa kesehatan, termasuk kesehatan mental, merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Ia menyoroti perubahan perilaku akibat disrupsi teknologi yang menyebabkan anak-anak semakin larut dalam aktivitas digital.
“Saat ini screen time kita sangat tinggi, lebih dari 7,5 jam. Bahkan anak-anak di bawah dua tahun pun menghadapi paparan layar yang berlebihan,” ujarnya.
Menurut Pratikno, kondisi ini tidak hanya mengancam perkembangan sosial dan emosional anak, tetapi juga berpotensi memicu gangguan mental di masa depan.
Ia menyebut fenomena ini sebagai ancaman kesehatan sosial jangka panjang yang harus segera ditangani.
Ia mendorong adanya intervensi komprehensif untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai, antara lain dengan penyediaan fasilitas publik yang memungkinkan anak bersosialisasi langsung dan beraktivitas fisik di lingkungan sekitarnya.
“Penanganan secara komprehensif harus dilakukan supaya ada fasilitas untuk mendukung pengurangan screen time. Sehingga anak-anak kita bisa kembali bersosialisasi dan terhindar dari masalah kesehatan mental,” jelasnya.
Pratikno juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar pada sektor kesehatan dengan berbagai program prioritas, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga pembangunan rumah sakit dan penyediaan beasiswa dokter spesialis.
Ia menekankan bahwa isu kesehatan mental kini menjadi perhatian nasional dan membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
Menurutnya, perbaikan ekosistem sosial anak adalah langkah kunci untuk mencegah permasalahan kesehatan mental sejak dini.
“Ini kesehatan yang harus kita tangani secara komprehensif, dan presiden sudah jelas memprioritaskan hal itu,” tegasnya. (*)
Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.



























