Akses Kesehatan di Pulau-Pulau Sulsel Membaik, Program PKB Catat Hampir 4 Ribu Pasien

  • Whatsapp
Program Pelayanan Kesehatan Bergerak Jangkau 7 Lokus Kepulauan
Program Pelayanan Kesehatan Bergerak Jangkau 7 Lokus Kepulauan

MAKASSAR – Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan terus menunjukkan hasil nyata.

Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), salah satu inisiatif strategis Pemprov Sulsel, kini mencatat hampir 4.000 warga pulau terpencil telah mendapatkan layanan sejak program ini digulirkan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, mengungkapkan bahwa PKB berkembang pesat dan menjadi solusi efektif bagi warga yang selama ini sulit mengakses fasilitas kesehatan dasar. Kehadiran tim medis di setiap kunjungan, kata Evi, selalu disambut antusias oleh masyarakat.

“Secara umum, realisasi Program Pelayanan Kesehatan Bergerak berjalan sangat baik. Program ini terbukti mampu menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan yang sebelumnya sulit mendapatkan layanan kesehatan. Respon masyarakat selalu sangat positif,” ujar Evi, Kamis (27/11).

Hingga November ini, PKB telah menjangkau tujuh lokasi layanan di dua kabupaten kepulauan, yakni Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kepulauan Selayar.

Di Pangkep, tim PKB melayani warga melalui empat Puskesmas di Pulau Sabutung, Liukang Tupabiring, Liukang Tangayya, dan Pulau Sarappo.

Sementara di Selayar, pelayanan dilakukan di Puskesmas Benteng Jampea, Ujung Jampea, dan Pasilambena.

Total 3.979 warga telah menerima layanan kesehatan melalui program ini. Angka tersebut berasal dari 733 pasien di Pulau Sabutung, 521 di Liukang Tupabiring, 379 di Pulau Sarappo, serta 528 di Liukang Tangayya.

Di wilayah Kepulauan Selayar, layanan mencakup 757 pasien di Benteng Jampea, 638 di Ujung Jampea, dan 423 di Pasilambena.

Layanan yang diberikan pun beragam, mulai dari pemeriksaan umum, imunisasi, pemeriksaan ibu dan anak, hingga layanan gizi dan kesehatan gigi.

“Angka ini terus bertambah seiring meluasnya jangkauan PKB. Ini menunjukkan bahwa program ini benar-benar dibutuhkan masyarakat,” jelas Evi.

Untuk menopang keberlanjutan program, ratusan tenaga kesehatan telah ditugaskan dan ditempatkan sesuai kebutuhan setiap wilayah.

Tim PKB dalam setiap tahapan pelaksanaan terdiri dari sepuluh orang, termasuk empat dokter spesialis dasar—Spesialis Penyakit Dalam, Anak, Kandungan/Obgyn, serta Gigi dan Mulut—ditambah perawat, tenaga farmasi, administrasi, dan koordinator lapangan.

PKB sendiri merupakan kerja kolaboratif antara Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, RSUD lingkup Pemprov Sulsel, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep dan Kepulauan Selayar. Kolaborasi ini memastikan mobilitas tim dan pelaksanaan layanan berjalan semakin efektif.

Dengan capaian yang terus meningkat, Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemerataan akses kesehatan terutama di daerah-daerah yang secara geografis terpisah dan sulit dijangkau.

Program PKB diharapkan menjadi pilar utama dalam memastikan seluruh warga Sulsel dapat menikmati layanan kesehatan yang layak, di manapun mereka berada. (*)

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT