Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Makassar Lebih Rendah dari Nasional

Ilustrasi Pemakaman Khusus Covid-19 Macanda Gowa
Ilustrasi Pemakaman Khusus Covid-19 Macanda Gowa

Makassar, SULSELSEHAT — Tingkat kematian dari pasien terkonfirmasi virus corona atau Covid-19 di Kota Makassar sebesar 3,3 persen atau lebih rendah dari nasional yaitu 3,7 persen.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Naisyah Tun Azikin mengatakan, sejauh ini pihaknya mencatat total kasus positif di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini sudah mencapai 8.540 kasus.

JANGAN LEWATKAN :

Dari jumlah ini, ada 1.665 orang yang masih dirawat atau sebesar 19,5 persen. Selebihnya adalah kasus sembuh sebanyak 6.596 orang sedangkan kasus meninggal dunia sebanyak 279 orang.

BACA:  Positif Covid-19 Capai 2.852 Kasus, Gubernur NA: Karena Kita Gencar Testing

“Ini menunjukkan bahwa penanganan yang telah kita lakukan selama ini lebih baik. Apalagi saat ini tingkat kesembuhannya tercatat 77,2 persen,” katanya, Kamis (08/10/2020).

Berdasarkan kelompok umur, kasus kematian akibat Covid-19 paling banyak terjadi pada usia lebih dari 60 tahun dengan jumlah 150 orang.

Rata-rata meninggal karena adanya penyakit komorbid atau penyakit penyerta seperti jantung, kanker, gagal ginjal dan sebagainya.

“Tapi meski kasus tinggi, konfirmasi positif tinggi, yang dirawat tinggi yang penting tidak menyebabkan kematian. Jadi salah satu tolak ukur keberhasilan adalah tidak terjadinya kematian,” kata dr Naisyah.

Sementara Ketua Tim Epidemiologi Covid-19 Kota Makassar Ansariadi mengatakan, angka kematian yang lebih rendah dari nasional itu sebenarnya hanya ekspektasi.

BACA:  Mengenal Aulia Giffarinnisa, Dokter Perempuan asal Sulsel yang Bertugas di RSDC Wisma Atlet

Dengan data tersebut, menurutnya orang akan berekpektasi bahwa apa yang terjadi di Makassar jauh lebih baik dibandingkan apa yang terjadi secara nasional dan beberapa kota besar lainnya.

Menurutnya, hal ini dikarenakan belum tentu semua orang yang meninggal akibat Covid-19 bisa tercatat. Sebab angka 3,3 persen tersebut merupakan kasus yang terdata dan terlaporkan di layanan kesehatan dan belum termasuk jika ada yang meninggal di rumah.

Ia mengaku, kasus kematian akibat Covid-19 ini lebih banyak terjadi di awal-awal pandemi. Artinya, walaupun kematian tinggi, tapi ada progres penanganan jadi lebih bagus.

Misalnya, pada pekan lalu tercatat ada 10 pasien Covid-19 meninggal dalam seminggu, sementara pada pekan inihanya 2 – 5 pasien saja.

BACA:  Ketersediaan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Sulsel Dipastikan Aman

“Jadi itulah indikator itulah yang menunjukkan bahwa penanganannya lebih bagus. Meski report menyatakan sekitar 3,3 persen, namun menurut saya kematian memang lebih tinggi dari Jakarta tapi posisi progres mulai ada perbaikan,” tutupnya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT