Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Tiga Pasien Meninggal

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Foto Ilustrasi; ChatGPT

Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan sebanyak 23 kasus Hantavirus terkonfirmasi terjadi di Indonesia dalam kurun tiga tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dinyatakan meninggal dunia, sementara 20 lainnya berhasil sembuh.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebut seluruh kasus yang ditemukan merupakan jenis seoul virus, bukan andes virus seperti yang sebelumnya ditemukan dalam wabah di kapal pesiar MV Hondius.

JANGAN LEWATKAN :

“23 positif tapi 20 sembuh, tiga meninggal,” ujar Aji dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Kemenkes menjelaskan, penularan Hantavirus umumnya berasal dari tikus dan celurut yang terinfeksi. Virus dapat menyebar melalui gigitan hewan, kontak dengan saliva, urine, dan feses, maupun melalui inhalasi aerosol atau debu yang tercemar partikel virus.

Berdasarkan data Kemenkes, lonjakan kasus paling banyak terjadi pada tahun 2025 dengan total 17 kasus. Sementara pada 2024 hanya ditemukan satu kasus, dan hingga awal 2026 tercatat lima kasus tambahan.

Adapun sebaran kasus Hantavirus ditemukan di sembilan provinsi, yakni:

  • DI Yogyakarta
  • Jawa Barat
  • DKI Jakarta
  • Sulawesi Utara
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sumatera Barat
  • Banten
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Barat

Pemerintah kini meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus tersebut, termasuk memperkuat pemantauan dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah kontak dengan hewan pengerat pembawa virus.

Baca berita terbaru SulselSehat setiap hari. JIkuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT