Dianggarkan 250 Miliar, Pemprov Sulsel Matangkan Pembangunan RS Regional Luwu

  • Whatsapp
Ilustrasi RS Regional Luwu
Ilustrasi RS Regional Luwu (Foto: IST)

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional di kawasan Bua, Kabupaten Luwu. Proyek yang masuk program prioritas 2025 ini dialokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. M. Ishak Iskandar, mengatakan saat ini pihaknya telah memasuki tahap feasibility study (FS) dan penyusunan rencana induk pembangunan. Dokumen tersebut kini diajukan untuk proses review.

JANGAN LEWATKAN :

“Bapak Gubernur sangat memperhatikan pembangunan di seluruh wilayah Sulsel, termasuk di Luwu Raya. Jika FS rampung, pembangunan fisiknya bisa dimulai tahun ini,” kata Ishak, Rabu (13/8/2025).

Ishaq menambahkan, tahap selanjutnya akan masuk pada manajemen konstruksi dengan konsep design and build.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sulsel, Ardadi, menjelaskan RS Regional Luwu akan dilengkapi layanan unggulan yang selama ini belum tersedia di Luwu Raya.

“Misalnya layanan onkologi untuk kanker dan kardiologi untuk penanganan jantung serta pembuluh darah. Harapannya, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Makassar,” jelasnya.

Rumah sakit ini direncanakan berstatus Kelas C dengan kapasitas 100 tempat tidur (TT). Berdasarkan Permenkes Nomor 971/MENKES/PER/XI/2009, rumah sakit sekelas ini memerlukan sekitar 250–300 tenaga kesehatan inti, mencakup tenaga medis, perawat, dan penunjang medis.

Tenaga medis yang dibutuhkan antara lain dokter umum, dokter spesialis dasar (penyakit dalam, bedah, anak, kebidanan/obgyn), spesialis penunjang (anestesi, radiologi, patologi klinik), serta dokter gigi. Sementara itu, tenaga keperawatan akan diatur dalam tiga shift, termasuk bidan dan kepala ruangan setiap unit.

Selain itu, rumah sakit memerlukan apoteker, asisten apoteker, ahli gizi, radiografer, analis kesehatan, petugas rekam medis, sanitarian, fisioterapis, hingga tenaga promosi kesehatan. Jumlah tersebut belum termasuk tenaga non-kesehatan seperti staf administrasi, keamanan, kebersihan, dan IT.

Pembangunan RS Regional Luwu diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang tidak hanya melayani warga Kabupaten Luwu, tetapi juga seluruh wilayah Luwu Raya.

Kehadiran fasilitas ini diyakini akan memperkuat akses layanan kesehatan berkualitas di kawasan timur Sulawesi Selatan. (*)

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT