Akademisi FKM Unhas: UGD Rumah Sakit Tak Boleh Ditutup Karena Alasan Renovasi

Ilustrasi UGD di RS
Ilustrasi UGD di RS. (Foto: Primayahospital.com)

Makassar, SULSELSEHAT – Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit tidak boleh ditutup hanya karena alasan akan direnovasi. Pasalnya, UGD adalah layanan wajib di RS dan harus beroperasi 24 jam setiap hari.

 

Ketua Departemen Manajemen RS Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, Dr Irwandy menegaskan hal tersebut, Minggu (14/06) menanggapi penutupan layanan UGD pada RS Universitas Hasanuddin.

JANGAN LEWATKAN :

“Tidak boleh UGD ditutup karena alasan akan direnovasi. Harusnya jika benar alasannya hanya karena mau renovasi, layanan UGD tersebut dipindah atau dicarikan ruangan baru,” kata dia.

BACA:  Banyak Laporan Penjualan Baju Hazmat Kepada Pasien di Rumah Sakit, KPPU Makassar Akan Bertindak

Irwandy menyebut, UGD merupakan layanan yang menjadi bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebuah rumah sakit.

“Jika ada pasien yang datang dengan kondisi butuh life saving dan RS sakit menolak karena alasan UGD tidak ada maka itu melanggar (UU), bahkan tidak masuk kategori RS jika tidak punya UGD,” cetusnya.

Menurut Irwandy, UGD sah-sah saja ditutup jika alasannya karena tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas terinfeksi penyakit seperti Covid-19, sehingga butuh menjalani karantina total.

“(Kalau) dengan alasan (seperti) ini saya kira logis jika UGD di RS bisa ditutup, itu kejadian luar biasa. Demi keselamatan pasien dan nakes, manajemen perlu mengatur kembali SDM dan sterilisasi ruangan dan peralatan di UGD,” tambah doktor jebolan UI itu.

BACA:  Terus Bertambah, Pasien Covid-19 yang Dimakamkan di Macanda Sudah 404 Orang

Karenanya, lanjut Irwandy, pihak RS seharusnya bisa lebih transparan, tidak menyembunyikan masalah yang sebenarnya.

“Seumpama jika ada nakes mereka yang telah terinfeksi (Covid-19) di UGD harusnya diumumkan saja, nakes terinfeksi bukan aib bagi RS,” ujar Wandy, sapaan akrabnya.

Ia menyarankan, saat ini dibutuhkan keterbukaan dari semua pihak agar bisa mencari solusi bersama dan secepatnya untuk mengatasi masalah tingginya jumlah nakes yang terinfeksi Covid-19.

“Jangan disembunyikan. Saya lihat, fenomena “menyembunyikan” informasi terkait nakes yang telah terinfeksi sepertinya banyak dilakukan saat ini oleh pihak RS,” ungkap peraih Magister Kesmas di Griffith University Australia itu.

UGD RSUH Tutup

Sebelumnya diberitakan, layanan UGD Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RSUH) dinyatakan tutup terhitung mulai hari ini (14/06) hingga sepekan ke depan.

BACA:  1.000 Dosen dan Tendik Unhas akan Divaksin Covid-19

“Iya benar (UGD RSUH tutup). Baru mulai tadi, kurang lebih seminggu (ke depan),” kata dr Nur Surya Wirawan, Direktur Pelayanan Penunjang dan Sarana Medis RS Unhas, Minggu (14/06).

Menurut Surya, penutupan layanan UGD RS Unhas ini dilakukan karena sedang ada pengerjaan ruangan khusus untuk pelayanan pasien penderita Covid-19.

“Agar lebih safety, mengingat tenaga nakes UGD sangat rentan (terinfeksi),” jelasnya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT