Setelah Penataan, UGD RS Unhas Siap Layani Pasien Covid dan Non-Covid

Rumah Sakit Universitas Hasanuddin

Makassar, SULSELSEHAT – Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar kini tengah merampungkan penataan kembali Unit Gawat Darurat (UGD) yang ditutup sejak 14 Juni 2020 lalu.

Diharapkan setelah penataan tersebut, UGD RS Unhas dapat melayani siapa saja yang membutuhkan layanan kedaruratan, baik pasien terindikasi Covid-19 maupun yang bukan Covid-19.

JANGAN LEWATKAN :

“Dengan peningkatan jumlah pasien Covid, bukan berarti pelayanan Non-Covid tidak mendapat perhatian. Oleh karena itu kami melakukan penataan ruang UGD agar pasien dan nakes lebih safety, juga untuk mencegah jumlah nakes yang terpapar (Covid-19) jadi lebih banyak,” kata dr Nur Surya Wirawan, Direktur Pelayanan Penunjang dan Sarana Medis RS Unhas, Minggu (21/06/2020).

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tak bisa dipungkiri banyak warga yang menderita penyakit Non-Covid-19 menjadi ragu atau malah takut ke rumah sakit.

Karena itulah, RS Unhas melakukan penataan dan penyesuaian alur pelayanan di UGD agar semua pasien dan tenaga kesehatan yang bertugas merasa lebih aman.

“Alur pasien Covid di UGD kami sudah pisahkan dengan pasien Non-Covid, dan tentu saja ini sudah melalui rekomendasi PPI rumah sakit,” ujar Aco, panggilan akrab Nur Surya Wirawan.

Selain di layanan UGD, manajemen RS Unhas juga menata ruang isolasi UGD Covid-19 dan ruangan tenaga kesehatan.

“Ruang isolasi UGD Covid kami buat satu ruangan satu pasien. Begitu pula dengan ruangan nakes, kami pisahkan alur pemakaian APD dan penggantian baju kerja nakes, sehingga diharapkan risiko keterpaparan virus ini menjadi lebih kecil,” jelas dia.

Dia menyebut, pihak RS Unhas tidak ingin pasien Non-Covid menjadi takut untuk berobat ke rumah sakit.

“Jangan sampai perjalanan penyakit mereka menjadi lebih berat hanya karena takut ke rumah sakit,” imbuh Aco.

Nakes Positif Covid

Terkait sejumlah pemberitaan mengenai banyaknya tenaga kesehatan, khususnya dokter yang terinfeksi Covid-19 di UGD RS Unhas, dokter spesialis anestesi ini memberikan klarifikasinya.

Ia juga menyebut, dari 7 orang dokter umum yang bertugas di UGD RS Unhas, ada 2 yang dikonfirmasi positif Covid-19.

“Ada 2 dokter UGD yang terkonfirmasi positif (Covid-19). Tentu ini membuat kami harus mengevaluasi diri agar tidak bertambah banyak, kami ingin nakes kita tetap safety, dan semua yang ke RS Unhas merasa aman,” pungkasnya.

Untuk diketahui, layanan UGD RS Unhas akan dibuka kembali pada Senin, 29 Juni 2020 mendatang.

Baca berita terbaru SulselSehat.com langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom.

INFORMASI TERKAIT