Inovasi Baru Lawan Covid-19, UNM Ciptakan Drone Penyemprot Desinfektan

Gambar Gravatar
Drone Covid-19 Buatan Fakultas Teknik UNM Makassar
Civitas akademika UNM saat melakukan ujicoba drone penyemprotan disinfektan dalam ranga membantu pemerintah menangani penyebaran virus corona di pelataran Menara Pinisi UNM, Rabu (24/6).

Makassar, SULSELSEHAT – Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan inovasi dengan membuat drone yang dapat digunakan menangkal penyebaran virus corona atau Covid-19.

Drone yang dihasilkan ini berbeda dari drone pada umumnya, yang mana untuk ukurannya jauh lebih besar dan terlihat lebih kuat.

Pasalnya drone tersebut dapat melakukan penyemprotan disinfektan di atas ketinggian 120 meter, bahkan drone ini didesain mampu mengangkut berliter liter disinfektan, serta daya angkat maksimal hingga 60 kilogram .

Rektor UNM Husain Syam mengatakan, inisiatif untuk menciptakan drone ini sebagai bentuk partisipasi UNM, khususnya Fakultas Teknik dalam mencegah penularan Covid-19.

“Sebelumya rencana menciptakan drone ini sudah ada, hanya saja karena sekarang berada pada kondisi pandemi. Maka kami mencoba untuk menciptakan drone yang bisa bermanfaat dimasa pandemi ini,” ungkapnya saat melakukan uji coba di pelataran Menara Pinisi UNM, Rabu (24/6).

Ia mengatakan, sejumlah komponen dari drone tersebut juga didatangkan dari Jerman, sehingga dipastikan kualitas dari komponen tersebut betul-betul sesuai standar.

“Kita harapkan drone ini bisa digunakan untuk membantu pemerintah daerah melakukan upaya pencegahan. Dimana digunakan sebagai alat tambahan saat melakukan penyemprotan disinfektan,” terangnya.

Drone Covid-19 ini memiliki spesifikasi teknis berat pesawat 19 kilogram, kapasitas disinfektan 20 liter, ketinggian ikut regulasi penerbangan 120 meter , motor brushles 6 set, panjang baling baling 30 inci, diameter rangka atau rem 2 meter, lama terbang 20 menit dan jelajah remot kurang lebih 500 meter .

“Drone ini kita ciptakan tidak memakan waktu yang lama, kita buat hanya sekitar satu minggu,” kata Tim Teknis Drone Covid-19 UNM, Abdul Muis Mappalotteng.

Pihaknya juga berharap, drone Covid UNM ini bisa semakin dikembangkan dan diproduksi dengan jumlah lebih banyak tentu saja dengan kerjasama seluruh pihak .

“Drone ini bisa menjadi salah satu alat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” terangnya.

Baca berita terbaru SulselSehat langsung di email Anda, klik di sini untuk daftar gratis. Jangan lupa ikuti kami melalui Facebook @sulselsehatcom. Mau terbitkan rilis berita atau artikel opini di SulselSehat? Kirim ke email: redaksisulselsehat@gmail.com.

INFORMASI TERKAIT